Hati Hati Penggelapan Jual Mobil Beredar

- Advertisement -
Listberita.id – Beredarnya penggelapan jual mobil, seorang buronan polisi dari Padang Pariaman, di tangkap di Jawa Barat pada Minggu (25/2/24).

Buronan polisi ini berasal dari Sumatera Barat dan diawali adanya kasus penggelapan, penjualan mobil minibus Honda CRV.

Beredarnya penggelapan mobil mengapa warga Tapan, kabupaten pesisir Selatan di laporkan ke polisi Padang Pariaman.

BACA JUGA  Keren: Pembangunan Sekolah SD 03 Ciampea Asal Jadi

Dan ada apa dengan seorang oknum guru SD Pancung, soal Kabupaten Pesisir blokir Nomor WhatsApp wartawan Tapan, pesisir Selatan, Sumatera Barat  (7/8/2024).

Dikatakan oleh terlapor Jais warga Nagari Ampang tulak TAPAN, dirinya pernah menukar mobil Honda CRV no.pol B 1969 UT dengan mobil merek Agya BA 1417 GN milik oknum guru SD di Kecamatan Pancung soal, pesisir Selatan.

Kala itu kedua belah pihak sama-sama setuju dan di buatnya, surat kesepakatan setelah mobil Honda CRV milik Jais di tukar langsung dengan mobil merek Agya, yang merupakan milik oknum guru SD di buatnya surat perjanjian yang berbunyi .

BACA JUGA  Banyumas Gelar Kejurkab Atlet Disabilitas Maret 2024

“Semenjak surat ini kita tandatangani jika terjadi permasalahan kecelakaan atau, hal-hal lainnya’ tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak, karena surat kesepakatan ini sudah Sama sama di tandatangani ” kata Jais.

Ironisnya setelah sekitar empat bulan di lakukan penukaran dua unit mobil tersebut, mobil minibus Honda CRV sudah menjadi milik oknum guru SD kini di Sita oleh anggota polisi Padang Pariaman, polres pesisir Selatan (5 Mai 2024).

Mobil tersebut sebagai barang bukti atas kasus penggelapan, yang dilakukan oleh Rudi Suriadi warga batang Anai kabupaten Padang Pariaman.

BACA JUGA  Raih Penjualan Terbanyak se-Indonesia, Owner Duta Motor Painan Purba Mendapatkan Pajero Spirt dari Adira Finance

Bermula peristiwa kejadian korban penggelapan ini berawal dari kendaraan mobil Honda CRV  satu pihak pertama sebut saja, nama samarannya Buy ,warga Padang Pariaman.

Ia pernah meminta tolong, untuk menjual mobilnya kepada Rudi Suriadi (41) tahun adalah warga batang Anai Kabupaten Padang Pariaman.

Rudi Suriadi alias (RS),telah diberikan kepercayaan oleh Buy untuk menjualkan mobil Honda CRV miliknya.

BACA JUGA  Praktik Jual Beli Hutan Negara, Wali Nagari Pondok Parian Penanggung Jawab

RS berhasil membantu menjualkan mobil milik Buy- kepada pembeli Bobi. Atas penjualan mobil tersebut, RS tidak melaporkan ke Buy terkait mobil miliknya telah terjual.

RS membawa kabur dari hasil penjualan mobil Honda CRV milik Buy. Atas peristiwa ini pihak pertama membuat surat laporan, ke pihak kepolisian  polres Padang Pariaman.

Setelah itu kasat Reskrim polres Padang Pariaman AKP Reggy, berhasil menangkap RS di kawasan Ciater kabupaten Subang, Jabar hari Minggu tanggal (25/2).

BACA JUGA  Kekerasan Anak Oleh Baby Sister di Malang Menjadi Sorotan Publik

Lanjutnya Jais mengatakan, rangkaian kepemilikan mobil Honda CRV sebelum dan sesudah ada 3 nama.

Honda CRV saya membeli dari Melki Pau, kemudian Melki membeli mobil itu dari Bobi, lalu Bobi membeli mobil itu dari Rudi Suriadi warga batang Anai, Ujar Jais.

Jais menambahkan karena mobil itu bahan bakarnya boros, maka mobil tersebut saya tukar dengan mobil Agya milik Edi Fauzi (48) merupakan oknum guru SD yang berdomisili, di Kudo-Kudo kecamatan Pancung Soal.

BACA JUGA  Pj Bupati Hanung Lantik 15 Kades Hasil Pilkades Serentak

Jadi menurut saya yang salah itu “Rudi Suriadi” warga batang Anai kabupaten Padang Pariaman, kenapa saya yang di laporkan pihak kepolisian”, oleh oknum guru SD Kecamatan Pancung Soal ujarnya.

Jais menambahkan, terkait pelaporan olehnya’ di Polsek Pancung Soal, atas laporan

dengan tuduhan penipuan satu (1) unit mobil Agya BA 1417 GN, namun tuduhan itu tidak terbukti kata Jais.

BACA JUGA  Pejuang Batak Bersatu Berbagi Kebahagian Bersama Anak Yatim Panti Asuhan Nain Karya Sentosa Medan

Atas peristiwa ini Jais bersama wartawan Redaksisatu.id mendatangi kantor pengacara “Nof Erika”.

Kemudian di buatkannya surat kuasa kepada Nof Erika, SHI., C. Med dan rekan, sebagai pendamping hukum (PH), Sabtu 3/8/2024.

Lanjutnya di konfirmasi oknum guru SD melalui via WhatsApp tidak di jawab, dan setelah itu di duga oknum guru SD tersebut memblokir nomor WhatsApp wartawan.

BACA JUGA  Mobil Suzuki Penjualan Terbaik Apa Saja..

Bermula sebelumnya wartawan Redaksisatu.id menghubungi via telpon, dengan nomor ponsel berbeda, pada panggilan telepon seluler.

Sempat yang bersangkutan (Edi Fauzi) menjawab dan mempersilakan (wartawan) mengkonfirmasikan datang kerumahnya.

Ketika wartawan, hendak datang, dirinya terlebih dahulu mengontak ulang via selulernya “Edi Fauzi” (oknum guru SD).

BACA JUGA  Wujudkan Ketertiban Umum Kapolsek dan Danramil Kawal Pilkada 2024

Namun seorang wanita yang mengaku istrinya menjawab telpon tersebut, sambil berkata dan marah marah”. kepada wartawan.

Saya” tidak ada yang kenal dengan orang “Tapan” percakapan singkat via telepon langsung di matikan, oleh istri oknum guru SD.

Keesokan harinya Minggu (4/8/2024) jam 12:23 WIB, wartawan Redaksisatu.id menyambangi rumah oknum guru SD, domisili di Pancung Soal Nagari.

BACA JUGA  Pemkab Banyumas Peduli Gerakan Pangan Dunia

Namun setiba di rumah oknum guru SD tersebut, yang bersangkutan tidak ada di rumah, dengan pintu tertutup dan terkunci.

Bergesernya itu, Melki orang yang menjual mobil Honda CRV kepada, Jais pernah mengirim bukti chating via WhatsApp dengan oknum guru SD.

Bahwa “Jais tidak ada utang Sama Edi Fauzi, semua permasalahan sudah selesai” kata oknum guru SD itu .

BACA JUGA  Proyek DPKPP Harga Fantastis Sayang Pekerjaannya Apatis

Sampai berita ini di muat Jais merasa di dirugikan dan berwacana akan melaporkan EDI Fauzi dan Melki Pau ke pihak kepolisian. Erichan.

BACA JUGA  Disinyalir Galian C Tanah di Ciseeng Bogor Tidak Berizin
- Advertisement -
Must Read
- Advertisement -
Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini