Kremlin, List Berita | Pemerintah Rusia kembali menegaskan dukungan penuh kepada Kuba di tengah blokade ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang masih diberlakukan Amerika Serikat.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menyebut Moskow tidak akan meninggalkan Kuba yang dianggap sebagai mitra historis dan sekutu penting Rusia di berbagai forum internasional.
Ryabkov menilai kebijakan Washington, terhadap Havana sebagai bentuk nyata Doktrin Monroe yang dinilai tidak memberi ruang bagi negara-negara yang berbeda pandangan dengan Barat.
Pemerintah Kuba Terima Dukungan dari Rusia
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menyampaikan kesiapan Moskow, dukungan untuk Kuba menghadapi sanksi dan embargo yang diberlakukan Washington.
Rusia mendukung tuntutan Havana agar Amerika Serikat segera mengakhiri, blokade ekonomi dan mencabut Kuba dari daftar negara pendukung terorisme versi AS. Dilaporkan dari Russia Today, Pada Sabtu (16/5/2026).
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani, perintah eksekutif yang menetapkan “keadaan darurat nasional” terkait dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan Amerika Serikat.
Pemerintah AS menuduh Kuba memiliki, hubungan erat dengan negara-negara yang dianggap bermusuhan, termasuk Rusia dan Tiongkok.
Washington, juga mengancam akan menjatuhkan tarif dan sanksi terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
Pemerintah Kuba membantah, seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan akan mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayahnya.
Presiden Kuba mengecam langkah, Washington dan menyebut kebijakan terbaru AS sebagai tindakan yang merugikan rakyat Kuba.


