Sedang Asik Konsumsi Narkoba, Oknum Lurah di Gelandang Polisi

Published on

LIST BERITA – Para pecandu narkoba menjadi lampiasan, dan kesesatan semata bagi siapa saja yang menggunakan barang haram tersebut.

Kali ini dihebohkan oleh seorang pejabat publik kota Bengkulu, Ia sedang asik mengkonsumsi barang haram sejenis narkoba.

Sebut saja JK, seorang lurah aktif di Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu, ditangkap oleh tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Bengkulu.

BACA JUGA  Vonis Berat PN Sleman: 7 Terdakwa Terhadap Anak Remaja

Ketika Ia sedang menikmati sabu-sabu, di salah satu sudut objek wisata Pantai Panjang.

Kemudian yang lebih memprihatinkan lagi, aksi lurah itu Ia lakukan pada jam kerja.

Penangkapan berlangsung pada Senin, 14 Juli 2025, dan mengejutkan banyak pihak, terutama karena lokasi tersebut.

BACA JUGA  Oknum Polisi Diduga Sekongkol Dengan KAN Lunang Jual Beli Tanah Hutan

Tempat tersebut merupakan kawasan publik, serta melibatkan seorang pejabat kelurahan aktif.

Saat digerebek, JK tidak menunjukkan perlawanan. Ia justru dengan tenang mengakui bahwa, Ia sedang mengkonsumsi sabu.

“Benar, kami amankan seorang lurah berinisial JK saat sedang memakai sabu di kawasan Pantai Panjang.

<

BACA JUGA  Polres Badung Bali Ungkap Pelaku Penyalahgunaan Jenis Narkoba

Ironisnya, itu terjadi saat jam kerja,” ungkap Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno dalam konferensi pers yang digelar bersama Kasat Narkoba AKP Jonni Manurung.

Bukan Pertama Kali: Lurah Tersebut Pernah di Penjara Karena Kasus yang Sama

Kasus ini bukan kejadian pertama bagi JK. Rekam jejaknya ternyata sudah tercoreng sejak lebih dari satu dekade lalu.

Pada tahun 2011, JK sempat divonis 7 bulan penjara karena kasus narkoba serupa.

BACA JUGA  Positif Narkoba, Diduga Mantan Kapolres Bima Karir Selesai

Kala itu, publik sempat berharap hukuman tersebut menjadi titik balik baginya. Namun kenyataannya, ia kembali mengulangi kesalahan yang sama.

“JK ini pengguna aktif. Ia sudah pernah dipenjara atas kasus yang sama, tetapi sepertinya tidak ada efek jera.

Ia tetap memakai sabu, dan yang lebih mengejutkan, alasan dia adalah untuk menjaga stamina saat bekerja,” lanjut Sudarno.

BACA JUGA  Sambut Mudik Lebaran, Purworejo Utamakan Jalan Bagus Tanpa Lubang

Alasan yang disampaikan JK, kepada penyidik pun menimbulkan tanda tanya besar.

Ia berdalih bahwa konsumsi sabu dilakukan demi, menjaga kebugaran dan stamina saat menjalankan tugas sebagai lurah.

Sebuah alasan yang bagi sebagian orang terdengar mengada-ada, namun juga menjadi refleksi betapa dalamnya pengaruh narkoba pada kehidupan penggunanya.

BACA JUGA  Seorang Pelaku Diringkus Polisi Gegara Membawa Obat Terlarang

“Ini dalih yang kerap kami dengar dari pengguna lama. Mereka merasa lebih kuat atau lebih fokus.

Padahal justru itu menunjukkan ketergantungan, terang salah satu penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Lemahnya Pengawasan Pemkot Bengkulu Menjadi Dilema Bagi ASN

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius, terhadap mekanisme pengawasan internal Pemerintah Kota Bengkulu.

BACA JUGA  Wanita Berparas Cantik, Diamankan Polisi Ini Penyebabnya!!

Bagaimana mungkin seorang pejabat yang memiliki rekam jejak buruk, dalam kasus narkoba bisa kembali menduduki posisi strategis sebagai lurah?

Tak sedikit warga mulai mempertanyakan proses seleksi dan pemantauan ASN, khususnya di level kelurahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Seharusnya ada evaluasi berkala, termasuk tes urine rutin bagi pejabat publik.

BACA JUGA  Kepolisian Gencar Razia di Malam Hari Pengedar Narkoba di Bekuk

Ini bukan sekadar persoalan pribadi, tapi menyangkut integritas pemerintahan,” ujar Yuni Kurnia, salah satu warga Lingkar Timur.

Kini Oknum Lurah di Tahan dan Menanti Jerat Hukuman Menanti

Saat ini JK telah diamankan di Mapolresta Bengkulu dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih mendalami apakah ia hanya pengguna atau,’ juga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba di kota tersebut.

BACA JUGA  Aksi Unjuk Rasa, Komunitas Pemuda Peduli Bogor

“Kami akan kembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” kata AKP Jonni Manurung.

JK terancam dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun, tergantung pada hasil penyelidikan lanjutan.

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi citra aparatur pemerintahan. Ketika seorang lurah, sosok yang seharusnya menjadi teladan dan pemimpin di tingkat komunitas.

BACA JUGA  Banyumas Gelar Kejurkab Atlet Disabilitas Maret 2024

Ia justru terperangkap dalam jerat narkoba, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama pribadi, tetapi kepercayaan publik secara keseluruhan.

Kini, masyarakat menanti langkah tegas dari Pemkot Bengkulu, dan kepolisian bukan sekadar menghukum tetapi, juga mencegah agar kasus serupa tidak kembali terulang. (MOND).

BACA JUGA  Bos Narkoba di Vonis 17 Tahun Penjara Oleh Majelis Hakim

 

Latest articles

Omah Budaya Kahangnan Jembatan Perwujudan Program GKR Bendoro

YOGYAKARTA, List Berita | Puncak perjalanan Bamboo Spirit Nusantara (BSN) yang dipimpin Ki Guntur...

Titik Nol “Brantas” Artinya Apa?

Titik Nol "Brantas" Penulis: Jurnalis Kairos-Kairozo Pasuruan, List Berita | Ada yang menarik dari pembacaan,...

Papat Limo Pancer Arti Makna Kehidupan Manusia

Jawa Timur, List Berita | Ketua Yayasan Raket Prasaja Sutrimo Rekso Budaya menjelaskan, pemaknaan...

Kesabaran Presiden Rusia, Dapat Sorotan dari Napolitano

MOSKOW, List Berita | Perkembangan konflik Rusia-Ukraina kembali menjadi perhatian. Setelah muncul sorotan mengenai meningkatnya,...

More like this