Oknum Polisi Diduga Sekongkol Dengan KAN Lunang Jual Beli Tanah Hutan

Published on

Listberita.id – Diduga seorang oknum polisi bersekongkol, dengan ketua KAN Lunang, PJ Wali Nagari Lunang menjual belikan tanah hutan.

Tanah yang masih hutan belantara di Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, provinsi Sumatera Barat (12/9/2024)

Beberapa orang wartawan menelusuri lokasi pembukaan lahan, di kawasan hutan di Kecamatan Lunang.

Oknum
Sabotase Tanah Hutan.foto.doc.org
BACA JUGA  Gubernur Akademi Militer Sambut Audensi Kepala Daerah Magelang

Untuk menuju lokasi perjalan di mulai dari Lunang, butuh waktu  sekitar dua jam perjalanan, menggunakan sepeda motor.

Setelah sampai di pinggir Sungai batang Lunang dekat, PT. Sukses dan PT. Ikasi Raya Lunang.

Beberapa orang wartawan terpaksa menyeberangi sungai batang Lunang, dan setelah sampai di lokasi awak media melihat ribuan hektare hutan.

BACA JUGA  Tedi Kurniawan Resmi di Lantik Pj Bupati Bogor Dirut PDAM

Sudah di babat menggunakan alat berat EXCAVATOR dan, sudah di tanami kelapa sawit, hanya tinggal sekitar seratus hektare lagi hutan yang masih berdiri.

Persoalan jual beli hutan ini di katakan oleh seseorang yang mengetahui kronologisnya, mulai dari pembukaan lahan, yang masih hutan belantara.

Mereka menggunakan Alat berat Excavator merek HITACHI, pada tahun 2023, diduga lokasi ini berada di kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK) wilayah Lunang.

BACA JUGA  LKA EI Pertanyakan Miliaran Dana Kemaslahatan PTPN. VI Diterima Ninik Mamak 4 Suku Nagari

Sebut saja nama samaran Bapak paru baya ini inisial Boy. Ia mengatakan sebagian lahan tersebut sudah, di  jual kepada warga blok C , Lanang dua, untuk modal pembukaan lahan.

<

” Hutan ini di jual posisi masih utuh ‘hutan belantara, seluas (7) hektare dengan harga Rp 105.000.000 ( Seratus Lima Juta Rupiah).

Upaya komplotan ini untuk mengelabui pembeli mereka, membuat Kanal / Drainase sekeliling, sebagai batas-batas, Tanah tersebut .

BACA JUGA  Diduga Tangki Truk Dimodifikasi, Mobil Milik Warga Angkut BBM Subsidi

Diantaranya sebelah barat, timur, utara dan selatan, hanya berbatasan dengan drenanse “ujarnya.

Boy menambahkan lahan ini bagian sebelah barat ukuran nya, 1200 meter dari utara keselatan dan sebelah timur 1600 meteran.

Dan pembukaan lahan ini di kerjakan pada malam hari, setiap kami tanya kepada orang-orang  petani di sini,’dia mengedepankan oknum polisi” Pak moko pak moko” Katanya.

BACA JUGA  Kunjungi Pengelolaan Air Bersih, Pj Bupati Bogor Sampaikan Ini❗

Lanjut “Sebagai pelaku yang menjual lahan hutan ini adalah, inisial M (38) dan R (26)  ikut serta seorang oknum polisi mengatasnamakan sebagai petani inisial H (29) ” Ujarnya.

Ironisnya surat jual beli tanah ini di tanda tangani oleh, Pj wali nagari Lunang dan ketua kerapatan Adat Nagari (KAN ) Lunang.

Mereka seakan akan  mengabaikan undang undang, nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberstsan perusakan hutan.

BACA JUGA  Diduga Membeli dari Uang Korupsi, KPK Sita 5 Mobil

Dilain tempat di konfirmasi ketua kerapatan Adat Nagari (KAN) Lunang, di saat wartawan datang ke kantornya, mereka tidak ada di kantor begitu juga dengan Pj wali nagari Lunang.

Setelah itu di konfirmasi oknum polisi tersebut. Melalui via WhatSapp, tidak di jawab centang dua terlihat, bahwa chatting WhatSapp sudah dilihat.

Lanjut pihak pertama yang menjual hutan ini saat, di konfirmasi di lokasi pembukaan lahan hutan (7/9/2024).

BACA JUGA  Diduga Menerima Suap, Ketua PN Jaksel Ditangkap Kejagung

Mereka marah – marah dan mengusir wartawan dengan, tuduhan informasi tidak berimbang lanjut mereka mengatakan..

” Lahan ini kami yang membukanya gunakan alat berat EXCAVATOR, lokasi ini kami yang memilikinya dan sudah ada kelompok Taninya, kenapa wartawan menyalahkan kami , mulai detik-detik ini silakan wartawan pulang ” Ujar nya.

Lanjut nya awak media menemui salah seorang warga, Nagari Dusun Baru Tapan, yang ada hubungan kekeluargaan dengan oknum polisi tersebut,’yang tidak kita sebutkan namanya.

BACA JUGA  DPD SPMI Kabupaten Karo Resmi di Lantik Majukan Organisasi Pers

Kala itu dia sedang menelpon oknum polisi tersebut. Di dalam percakapan telepon terdengar’,bahwa oknum polisi tersebut kesal, karena wartawan sudah sampai ke lokasi lahan hutan yang sudah di perjual-belikan.

Keesokan harinya dikatakan oleh, pegiat konservasi’ di dekat lokasi pembukaan lahan itu.

Juga ada pihak-pihak lain yang ikut menjual  tanah yang masih berstatus hutan produksi konversi (HPK ) wilayah Lunang.

BACA JUGA  Pegawai Bank BI Bunuh Diri Lompat Dari Atas Gedung

Bahkan Alat berat Excavator merek HITACHI yang sedang gerogoti, kawasan hutan ini pernah terjaring razia” oleh Aparat penegak hukum, namun sejauh mana penindakan nya saya tidak tahu.

” Pada tahun 2023 Mulyadi warga kampung tengah juga, pernah menjual hutan ini kepada warga blok D Lunang. Dan warga lubuk Sanai kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu.

Kemudian surat jual beli Tanah ini juga di tanda tangani oleh ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN ) Lunang, dan wali Nagari.

BACA JUGA  Motif Pria Tewas di Hotel Trisno Belum Diketahui

Sehingga masih banyak pihak pihak lain yang ikut serta, menjual Hutan Produksi Konversi (HPK) wilayah Lunang “Ujarnya. (Erichan//WR.RS).

BACA JUGA  Mobil CPO Terperosok ke Sungai Pessel Sumatera Barat

Latest articles

Bentrokan Warga di Tambak Menteng, Gegara Makan Nasi Uduk

Jakarta, List Berita | Bentrokan yang menewaskan seorang pria di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta...

Bukit Turgo Merapi, Tersimpan Legenda Sejarah Islam

SLEMAN, ListBerita.id | Bukit Turgo di lereng selatan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa...

Pameran Otomotif Bergengsi Gias 2026 di BSD City

Tangerang, List Berita | Ajang pameran otomotif terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, Gaikindo...

Harlah KNPI 53 Tahun, Lantik Pengurus Baru di Kabupaten Bogor

Bogor, List Berita | Bertepatan Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-53...

More like this