Moskow, List Berita | Rusia mengklaim berhasil menggagalkan, serangan udara berskala besar yang dilancarkan Ukraina menggunakan pesawat tanpa awak (drone) pada Senin, 6 Juli 2026.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh dan melumpuhkan lebih dari 600 drone yang menyerang berbagai wilayah dalam satu malam.
Dalam keterangannya, Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa operasi penangkalan dilakukan di lebih dari 20 wilayah.
Selain menggunakan sistem pertahanan udara, sejumlah drone juga diklaim berhasil dinonaktifkan melalui sistem peperangan elektronik.
Di ibu kota Moskow, Wali Kota Sergey Sobyanin mengatakan sedikitnya 11 drone berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah kota. Hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat serangan tersebut.
Serangan tersebut juga berdampak pada pasokan listrik di Semenanjung Krimea. Operator jaringan listrik setempat, Krymenergo, melaporkan terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah setelah jaringan tegangan tinggi mengalami gangguan yang disebut dipicu oleh faktor eksternal.
Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhaev, membenarkan bahwa infrastruktur energi menjadi sasaran serangan drone sehingga menyebabkan pemadaman listrik di kota tersebut.
Namun, pada Senin pagi sebagian besar pasokan listrik ke kawasan permukiman dilaporkan telah kembali normal.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan menggunakan drone jarak jauh ke sejumlah fasilitas yang berada di wilayah Rusia.
Di sisi lain, Rusia menyatakan pasukannya terus mencatat kemajuan di garis depan pertempuran, termasuk menguasai sejumlah wilayah strategis di kawasan Donbass.
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan, bahwa meningkatnya serangan terhadap wilayah Rusia akan menjadi pertimbangan bagi Moskow untuk memperluas zona keamanan di sekitar daerah perbatasan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengumumkan telah melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai sasaran yang diklaim sebagai fasilitas militer Ukraina.
Target operasi disebut meliputi industri pertahanan, lokasi produksi drone, fasilitas energi pendukung militer, serta sejumlah pangkalan udara di wilayah Kiev, Dnipropetrovsk, Poltava, Cherkasy, dan Chernihiv.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi independen mengenai jumlah drone yang ditembak jatuh maupun tingkat kerusakan di kedua belah pihak.
Klaim yang disampaikan masing-masing pihak dalam konflik Rusia–Ukraina masih sulit diverifikasi secara independen. (Dilansir Russia Today).


