Moskow, List Berita | Lonjakan signifikan terjadi pada kinerja ekspor perusahaan-perusahaan, yang berbasis di Moskow menuju kawasan Afrika pada kuartal pertama 2026.
Nilainya melonjak tajam, hingga 52 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilaporkan dari Russia Today.
Data resmi dari kantor wali kota menunjukkan bahwa total ekspor tersebut mencapai hampir 586 juta rubel, atau setara sekitar 7,8 juta dolar AS. Angka ini menandai percepatan yang sangat agresif dalam hubungan dagang lintas kawasan.
Pertumbuhan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari tren lebih luas dalam hubungan ekonomi antara Rusia dan negara-negara Afrika.
Dalam skala nasional, nilai perdagangan, kedua pihak mencapai 27,7 miliar dolar AS sepanjang 2025.
Direktur Institut Studi Afrika dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Irina Abramova, menyebut peningkatan ini sebagai hasil dari strategi yang mulai menunjukkan dampak nyata. Ia menilai Afrika kini menjadi mitra ekonomi yang semakin penting bagi Rusia.
Pemerintah kota Moskow sendiri telah lama menyiapkan, fondasi untuk ekspansi ini. Sejak 2019, berbagai program dukungan bagi eksportir lokal telah dijalankan secara sistematis.
Kepala Pusat Ekspor Moskow, Vitaly Stepanov, menegaskan bahwa lonjakan ini bukan sekadar fenomena sementara.
Menurutnya, ini adalah hasil dari kebijakan jangka panjang, yang dirancang untuk memperkuat posisi perusahaan Moskow di pasar global, khususnya Afrika.
Dalam peta ekspor tersebut, Aljazair tampil sebagai tujuan utama. Negara ini menyerap sekitar 89 persen dari total ekspor, dengan dominasi produk industri makanan.
Selain itu, Nigeria juga menjadi mitra penting dalam kerja sama perdagangan. Ekspor ke negara ini lebih berfokus pada sektor teknologi, termasuk layanan IT dan telekomunikasi.
Sektor elektronika dan teknik elektro menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Moskow. Kedua sektor ini menyumbang hampir 60 persen dari total pengiriman barang.
Dari sektor tersebut, pelaku usaha lokal berhasil mencatat tambahan pendapatan sebesar 1,32 miliar rubel. Angka ini menunjukkan tingginya permintaan pasar Afrika terhadap produk teknologi dari Rusia.
Tidak hanya itu, permintaan terhadap produk medis dan farmasi juga menunjukkan tren positif. Barang konsumsi lainnya turut mengalami peningkatan seiring berkembangnya kebutuhan pasar Afrika.
Secara keseluruhan, sepanjang 2025, ekspor barang jadi dari perusahaan Moskow ke Afrika meningkat lebih dari 37 persen. Total nilainya bahkan telah melampaui 2,2 miliar rubel.
Di tingkat nasional, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyatakan bahwa saat ini terdapat 81 wilayah di Rusia yang aktif menjalin kerja sama dengan negara-negara Afrika. Hal ini mencerminkan pendekatan yang semakin luas dan terkoordinasi.
Beberapa wilayah yang paling aktif di antaranya adalah Moskow, St. Petersburg, Astrakhan, Novosibirsk, wilayah Leningrad, Krasnodar, hingga Perm. Kawasan-kawasan ini menjadi motor penggerak ekspansi ekonomi Rusia ke Afrika.
Momentum kerja sama ini juga terlihat dari sektor lain, seperti ekspor gandum ke Sudan yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 1,7 juta ton.
Sementara itu, perdagangan dengan Ethiopia hampir tiga kali lipat dan menembus angka 435 juta dolar AS, menegaskan semakin eratnya hubungan ekonomi Rusia-Afrika. (Dilansir Russia Today).


