Hasyari Pernyataan Kepala BGN tidak Benar! Nitrit Seperti Pupuk Urea

Published on

List Berita | Nitrit tidak hanya berasal dari pupuk pertanian Hasyari, menegaskan bahwa anggapan nitrit dalam makanan berasal dari pupuk nitrogen (seperti urea) tidak sepenuhnya benar.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pertanian dan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO), Hasyari Nasution, menegaskan bahwa kandungan nitrit dalam bahan pangan tidak sepenuhnya berasal dari penggunaan pupuk nitrogen, khususnya urea, di sektor pertanian.

Dalam keterangannya, Selasa (5/5), Hasyari menjelaskan bahwa kontribusi pupuk nitrogen terhadap terbentuknya nitrit pada pangan tergolong terbatas.

Ia menyebutkan, porsinya diperkirakan hanya sekitar 20 persen. “Perlu dipahami bahwa nitrit dalam makanan tidak semata-mata berasal dari pupuk urea. Kontribusinya relatif kecil,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nitrit dari pupuk tidak secara langsung membahayakan. Namun, dalam kondisi tertentu di dalam tubuh, senyawa tersebut dapat berubah menjadi nitrosamin yang berpotensi bersifat karsinogenik.

Meski demikian, Hasyari menilai para petani umumnya telah memahami batas penggunaan pupuk nitrogen.

Penggunaan berlebihan justru dinilai merugikan, karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga berisiko menyebabkan gagal panen.

BACA JUGA  Titik Nol "Brantas" Artinya Apa?

“Petani tentu tidak ingin merugi. Penggunaan pupuk berlebihan justru berdampak negatif bagi hasil pertanian,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tingginya kandungan nitrit dalam pangan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, terutama lemahnya pengawasan dalam rantai pasok makanan.

Hal tersebut meliputi aspek kebersihan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi produk ke masyarakat.

<

Dalam kesempatan itu, Hasyari juga menanggapi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional yang dianggap menyudutkan petani sebagai penyebab utama kandungan nitrit dalam makanan.

Ia berharap setiap pernyataan publik disampaikan, secara lebih hati-hati dan berbasis data yang komprehensif.

“Kami berharap tidak ada pihak yang disudutkan tanpa kajian yang menyeluruh, agar tidak menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan petani,” tegasnya.

Hasyari turut mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian nasional, termasuk menuju swasembada pangan dan penguatan hilirisasi sektor pertanian.

BACA JUGA  Anggota DPR Fraksi PAN Singgung Pertambangan Halmahera Tengah

Sebagai langkah ke depan, GAPERKASINDO mendorong penggunaan pupuk hayati, organik, dan semi-organik yang dinilai lebih ramah lingkungan serta menghasilkan residu yang lebih rendah.

Ia juga menyoroti keterbatasan daya beli petani terhadap pupuk kimia, yang menurutnya menjadi salah satu faktor kecilnya kemungkinan penggunaan pupuk secara berlebihan.

Menutup pernyataannya, Hasyari mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

“Pangan yang sehat berasal dari sistem pertanian yang baik. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

Latest articles

Kisah Perjalanan Wanhay dari Nasi Goreng Hingga Dewan

BOGOR, List Berita | Perjalanan kisah hidup seseorang menuju ruang kepemimpinan, tidak selalu dimulai...

Von Der Leyen Dorong Eropa Perkuat Pertahanan

Strasbourg, List Berita | Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kembali menegaskan, arah...

Perubahan Terakhir, Brics Mengalami Perkembangan Signifikan

New Delhi, List Berita | Perkembangan BRICS dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan perubahan penting...

Siapakah Pemilik Candi Borobudur Sebenarnya? Jawabnya ada di Negara!

Magelang, List Berita | Mencintai tak harus memiliki, pertanyaan tentang Candi Borobudur seakan tidak...

More like this