Beijing, List Berita | Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengungkapkan pandangannya.
Terkait arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dinilai, tengah mengalihkan fokus strategisnya dari Rusia ke kawasan Asia, khususnya menghadapi China.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov dalam konferensi pers usai melakukan kunjungan resmi ke China.
Dalam keterangannya, ia menilai Washington saat ini berupaya mengurangi keterlibatan langsung.
Pengungkapan Lavrov Berdampak Kepada AS
Dalam dinamika dengan Rusia, dan mendorong negara-negara Eropa untuk mengambil peran lebih besar.
“Amerika Serikat ingin membebaskan, sumber dayanya untuk fokus menghadapi China.
Sementara tanggung jawab dalam ‘menahan’ Rusia dialihkan kepada sekutu-sekutu Eropa,” ungkap Lavrov.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan pergeseran prioritas geopolitik AS yang kini semakin menitikberatkan kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat persaingan global.
Di sisi lain, Eropa dinilai akan menghadapi tekanan lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan, terutama terkait hubungan dengan Rusia.
Pengamat menilai pernyataan Lavrov tersebut juga merupakan bagian, dari narasi strategis Rusia.
Dalam merespons dinamika global yang terus berkembang, khususnya di tengah meningkatnya rivalitas antara Washington dan Beijing.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim yang disampaikan oleh Lavrov. Sumber: Sputnik Indonesia.


