AS, List Berita | Donald Trump kembali memicu perhatian publik internasional, setelah membagikan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social.
Gambar tersebut memperlihatkan, drone Amerika Serikat menyerang kapal di laut hingga meledak.
Sementara para pelaut terlihat jatuh ke perairan. Donald Trump menyertakan tulisan singkat bernada provokatif: “Selamat tinggal.”
Membagikan Gambar Bernuansa Provokatif
Pernyataan dan unggahan gambar itu muncul di tengah meningkatnya, ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Trump berulang kali mengklaim, bahwa kekuatan militer Iran telah “dihancurkan”, meskipun pihak Teheran menegaskan mereka masih terus melakukan perlawanan.
Dalam unggahan lainnya di Truth Social pada Minggu, Trump juga membahas perkembangan negosiasi terbaru antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.
Ia menyebut proses dialog berlangsung “tertib dan konstruktif”, sembari menegaskan, bahwa pemerintahannya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan.
“Tidak boleh ada kesalahan dalam negosiasi dengan Iran,” tulis Trump.
Trump kembali mengkritik keras kesepakatan nuklir era Barack Obama, yang menurutnya menjadi salah satu perjanjian terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.
Menurut Trump, kesepakatan baru yang sedang dinegosiasikan saat ini berbeda total.
Dengan kebijakan sebelumnya, dan disebut lebih menguntungkan bagi kepentingan Washington.
Meski demikian, Iran sejak lama menegaskan bahwa program nuklir mereka dikembangkan untuk tujuan damai dan bukan untuk pembuatan senjata nuklir.
Trump juga menyatakan bahwa embargo terhadap Iran akan tetap diberlakukan, hingga seluruh proses kesepakatan selesai, disetujui, dan ditandatangani secara resmi.
“Waktu ada di pihak kita. Kedua belah pihak harus melakukannya dengan benar,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan telepon dengan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah.
“Dan Trump mengklaim bahwa, kesepakatan damai dengan Iran hampir final.
Ia bahkan menyebut salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.
Namun di sisi lain, Trump tetap melontarkan, ancaman keras terhadap Iran.
Ia mengatakan peluang tercapainya kesepakatan, damai hanya “50 banding 50”.
“Bisa tercapai kesepakatan, atau kami menghancurkan mereka dengan melanjutkan perang,” ujar Trump.
Situasi ini menambah kekhawatiran dunia internasional terhadap, potensi eskalasi konflik baru di kawasan Timur Tengah.


