Ketegangan Timur Tengah, Iran Sindir AS Salah Hitung Provokasi Israel

Published on

Iran, List Berita | Ketegangan, geopolitik di kawasan Timur Tengah disebabkan AS salah hitung dalam pernyataannya kepada media.

Pemerintah Iran secara terbuka menuding keterlibatan Amerika Serikat, dalam konflik yang terjadi merupakan akibat dari kesalahan perhitungan serta provokasi yang dilakukan oleh Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baqaei, menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menginginkan perang, namun konflik tersebut dipaksakan oleh pihak luar.

“Kami tidak memilih perang. Konflik ini dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel,” tegas Baqaei dalam wawancara dengan media Mesir.

Diplomasi Dipertanyakan

Baqaei juga menyampaikan kritik keras terhadap sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak dapat dipercaya dalam jalur diplomasi.

Tidak ada lagi yang bisa mempercayai diplomasi Amerika. Negosiasi hanya dijadikan alat, untuk memaksakan kehendak atau sebagai pembenaran penggunaan kekerasan,” ujarnya.

BACA JUGA  Boris Jhonson: Peran Donald Trump Kunci Utama Ukraina

Negosiasi Gagal, Konflik Meledak di Timur Tengah

Menurut Baqaei, konflik pecah justru saat Iran tengah menjalani proses negosiasi yang dimediasi oleh Oman.

Upaya tersebut kembali gagal—menjadi kegagalan kedua dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.

Dampak Meluas & Korban Sipil
Iran menyoroti bahwa aksi militer yang terjadi telah:

<

Menewaskan warga sipil
Menyerang fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.

Memicu ketidakstabilan kawasan dari Teluk Persia hingga Laut Oman.

Ia juga menuding adanya pemanfaatan wilayah negara lain dalam operasi militer, yang berpotensi memperluas konflik.

Ancaman Perpecahan Dunia Islam

Baqaei memperingatkan adanya upaya sistematis untuk memecah belah dunia Islam.

BACA JUGA  Serangan Terhadap Ukraina Semalam Menghancurkan Runtuhan Bangunan

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Situasi Internal Iran

Dalam pernyataan terpisah, Baqaei memastikan bahwa pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi sehat meskipun jarang tampil di publik karena situasi perang.

Opini Publik Menolak Negosiasi

Ia menambahkan, saat ini masyarakat Iran belum siap untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, mengingat pengalaman negosiasi sebelumnya yang dinilai berakhir tanpa hasil.

Konflik Bukan Sekadar Perang Biasa

Menurut Iran, konflik yang terjadi saat ini bukan hanya perang konvensional, melainkan menyangkut masa depan dan stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah. (**Sumber Sputnik**).

Latest articles

Penadna “Pena Daya dan Data Nusantara”

Jawa Timur, List Berita | Ahli sejarah sekaligus tokoh budaya Guntur Bisowarno pencetus, kalimat...

Kembang Setaman Nusantara: Merajut Memori, Kesaksian Sejarah dan Peradaban

List Berita | Dari Kembang Kanthil, Kenanga hingga Melati. Sebuah Tafsir Simbolik tentang Pena...

ROS: Roso Orep Sejati “Jurnalis Kairos” Parangtritis Yogyakarta

Saresehan ROS “Roso Orep Sejati”: KAIROS, Parangtritis, Batu Karang, dan Jalan “Terima Diri Nitis” Narasumber:...

Guntur Bisowarno Tokoh Budayawan dan Ahli Sejarah Peradaban Nusantara

List Berita | Seorang budayawan maupun ahli sejarah Guntur Bisowarno, dan juga penggerak Bamboo...

More like this