Ahmad Sahroni Beberkan Pemerasan Atas Nama KPK

Published on

Jakarta, List Berita | Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkap dugaan upaya pemerasan.

Mereka, yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaku disebut mengaku, sebagai pejabat internal lembaga antirasuah dengan jabatan strategis.

Peristiwa ini bermula ketika seorang perempuan, mendatangi Kompleks DPR RI dan meminta bertemu langsung dengan Sahroni.

Tanpa menaruh curiga, pertemuan tersebut akhirnya berlangsung. Dalam pertemuan itu, perempuan tersebut mengaku sebagai utusan dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia bahkan menyebut dirinya memiliki posisi sebagai Kepala Biro (Kabiro) Penindakan, sebuah jabatan yang cukup krusial di lembaga tersebut.

Tak hanya itu, pelaku juga menyampaikan maksud kedatangannya, yakni meminta sejumlah uang kepada Sahroni. Nilai yang diminta tidak sedikit, mencapai Rp300 juta.

BACA JUGA  Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea, Tiga Negara Ajukan Permintaan

Permintaan tersebut disebut sebagai bagian dari “kepentingan tertentu” yang dikaitkan dengan institusi KPK.

Namun, Sahroni yang dikenal vokal dalam isu hukum dan pemberantasan korupsi langsung menaruh kecurigaan terhadap klaim tersebut.

Ia menilai ada kejanggalan dalam pengakuan perempuan tersebut, baik dari sisi jabatan maupun cara penyampaian.

<

Merasa ada yang tidak beres, Sahroni pun tidak menindaklanjuti permintaan tersebut dan memilih untuk mengungkap kejadian ini ke publik.

Ia menegaskan bahwa tindakan mengatasnamakan KPK, untuk meminta uang merupakan perbuatan serius yang harus ditindak tegas.

Kasus ini pun memunculkan kekhawatiran, akan adanya pihak-pihak yang mencatut nama lembaga penegak hukum untuk kepentingan pribadi.

Sahroni meminta agar aparat terkait segera menelusuri identitas pelaku dan memastikan apakah benar yang bersangkutan merupakan pegawai KPK atau hanya oknum yang menyamar.

BACA JUGA  Pembangunan Jaringan Internet di Menteng Dukung Transformasi Digital 

Di sisi lain, publik kini menanti klarifikasi resmi dari pihak KPK terkait dugaan tersebut.

Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Latest articles

Warisan Budaya Nusantara Kode Semesta dari Batik Tulis Singosari

Jawa Timur, List Berita | Rilisan Budaya Nusantara Batik bukan sekadar kain. Di dalam...

Apa Makna Ilmu Pengetahuan Spiritual dari HULUN ke Hilir

Jatim, List Berita | Ketika ilmu pengetahuan, sains, dan spiritualitas turun dari HULUN ke...

Prof Adib: Alarm Ekologis dan Perubahan Lingkungan Ruang Kehidupan

Feature Lingkungan, Kebudayaan, dan Masa Depan Peradaban  Oleh: Guru Besar Prof Dr Muhammad Adib...

Menuju Kehidupan dan Alam Semesta Menjadi Pelajaran bagi Manusia

Jakarta, List Berita | Mengulas peradaban energi dan materi menuju kehidupan disusun oleh: Brigjen...

More like this