Sleman, List Berita Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, kembali mengalami peningkatan pada Senin, 13 Juli 2026.
Gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih memperlihatkan aktivitas guguran lava pijar serta awan panas guguran yang terus dipantau oleh petugas.
Berdasarkan hasil pengamatan, material vulkanik meluncur ke sektor barat daya gunung. Arah luncuran tersebut menjadi perhatian utama karena merupakan jalur yang selama ini berpotensi dilalui guguran lava maupun awan panas.
Jarak luncur material panas dilaporkan mencapai sekitar 2.000 meter. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas erupsi efusif Merapi masih berlangsung sehingga memerlukan kewaspadaan dari seluruh pihak.
Selain guguran lava, potensi awan panas juga masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama apabila terjadi runtuhan material di kubah lava. Oleh karena itu, pemantauan intensif terus dilakukan selama 24 jam.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mencatat perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui berbagai instrumen pemantauan yang telah dipasang di sejumlah titik.
Menurut Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso hingga saat ini, masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Penetapan status tersebut didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi.
Dengan status Siaga, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait. Langkah ini dilakukan demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Ungkap Agus.
Warga yang tinggal di sekitar lereng Merapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya guguran lava maupun awan panas yang dapat terjadi tanpa didahului tanda-tanda yang mudah dikenali.
Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Jalur sungai tersebut berpotensi dilalui material vulkanik, terutama ketika terjadi hujan yang dapat memicu aliran lahar.
Agus menambahkan pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dalam upaya mitigasi bencana. Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkala guna memastikan perkembangan aktivitas gunung dapat segera diinformasikan kepada masyarakat.
BPPTKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Seluruh perkembangan aktivitas Gunung Merapi akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan Badan Geologi.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang masih ada. Kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam menghadapi dinamika aktivitas vulkanik Merapi.
Apabila terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, warga diminta segera mengikuti arahan petugas, termasuk apabila diperlukan langkah evakuasi demi keselamatan bersama.
Kesadaran masyarakat dalam mematuhi rekomendasi pemerintah menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko bencana akibat aktivitas Gunung Merapi yang hingga kini masih menunjukkan dinamika tinggi.
Pemerintah mengimbau seluruh warga agar terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan Badan Geologi serta menghindari penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dengan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan dampak dari aktivitas Gunung Merapi dapat diminimalkan, Pungkasnya.


