Ahli Forensik Dokumen Jawab Keaslian Ijazah, Roy Suryo Bangun Kebohongan

Published on

Jakarta, listberita.id – Terkait soal isu ijazah, mantan Presiden ke-7 Jokowi telah terjawab.

Menurut pakar ahli forensik dan dokumen Raden Hendro ketika menyampaikan melalui televisi swasta di Sapa Indonesia, (9/5/2025).

Dia menjelaskan, dokumen yang berupa salinan atau fotokopi, hasil pindai atau scan, dan bentuk PDF tidak dapat diperiksa secara forensik karena mudah direkayasa.

BACA JUGA  Kasad: Jaga Kehormatan TNI AD Demi Bangsa dan Negara

Uraian itu disampaikan oleh Raden Hendro selaku praktisi forensik dokumen dalam dialog , Sapa Indonesia dikutip dari Kompas.

Hendro menjawab pertanyaan mengenai kabar, yang menyebutkan bahwa ada perbedaan jenis font dan bentuk pada foto ijazah Jokowi yang beredar di dunia maya.

“Jadi begini, obyek dokumen itu kalau misalnya barang buktinya adalah fotokopi, scan atau PDF, itu tidak bisa diperiksa karena itu dokumen yang mudah direkayasa,” ujarnya.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Subianto, Tinggalkan Indonesia Terbang ke Timur Tengah

Sekali lagi, fotokopi, lindasan karbon, scan, dan PDF, itu tidak bisa diforensik, karena apa? Itu dokumen yang mudah direkayasa,” kata dia.

Dokumen yang dapat dilakukan uji laboratorium forensik sebagai alat bukti, kata Hendro, adalah dokumen asli yang valid dan berbentuk fisik.

“Jadi yang diperiksa adalah yang benar-benar valid, secara fisik, kita sentuh, kita lihat, kita cium, kita raba, maka kita periksa.”

<

BACA JUGA  Prabowo Subianto Terharu, Sampaikan Terima Kasih Kepada Jokowi

“Teman-teman kita di labfor itu kalau ada kasus fotokopi itu pasti ditolak, ada kasus scan PDF pasti ditolak, karena dokumen itu dokumen yang mudah direkayasa,” ucapnya.

Dalam dialog itu, Hendro juga menjelaskan tentang tiga jenis dokumen, yakni dokumen fisik berbentuk kertas, dokumen elektronik berbentuk hasil foto atau pemindaian, dan dokumen digital.

“Kita tahu bahwa kasus yang sedang ramai ini adalah masalah ijazah.

BACA JUGA  DPR Setujui Hibah Kapal Patroli Jepang Rp200 Miliar untuk TNI

Nah, ijazah ini berbentuk physics document atau base paper document, sedangkan yang ramai di luar adalah electronic document,” tuturnya.

“Forensik dokumen itu ada tiga hal dokumen. Pertama, dokumen secara fisik atau base paper, atau tiga dimensi, yang kita pegang, kita sentuh.”

Ia menambahkan, jika membandingkan derajat validitas antara dokumen fisik dan dokumen elektronik.

BACA JUGA  Mungkinkah Roy Suryo CS di Penjara Ini Kata Farhat

Maka derajat validitas dokumen fisik lebih tinggi. “Sekarang yang lagi ramai adalah tentang masalah kevalidan atau, derajat dari barang bukti.

Yang dipermaslahkan adalah barang bukti fisik dokumen, bukan electronic document.”

“Nah inilah menjadi derajat obyek pemeriksaan, dari teman-teman yang ramai itu menjadi rendah,” ujarnya.

BACA JUGA  Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

Ia kemudian mempertanyakan kesaksian pihak-pihak yang mengaku telah memeriksa dokumen ijazah yang dipermasalahkan tersebut.

“Saksi adalah yang berada di sana, yang melihat dan mendengar. Berarti dia memegang dokumen tersebut,” kata Hendro.

“Sedangkan dokumen yang diperiksa oleh tiga ahli itu, dia apakah sudah memegang, sudah menyentuh.

BACA JUGA  Masyarakat Berbagai Daerah, Mengunjungi Rumah Mantan Presiden RI ke-7

Ini perlu teman-teman penyidik mempertanyakan juga di BAP atau di pengadilan oleh hakim,” katanya.

Kasus yang sedang ramai saat ini, kata Hendro, adalah kasus dengan object evidence-nya sangat rendah, yakni electronic document.

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, megatakan, pemeriksaan ijazah Jokowi sudah mencapai 90 persen.

BACA JUGA  Senyum Prabowo Gibran Ekonomi Sejahtera Kata KAI

“Proses penyelidikan yang kita lakukan adalah kalau dipersentase kita sudah 90 persen, 10 persennya adalah uji lab,” tuturnya.

Ketua DPD Serikat Praktisi Media Indonesia Saidi Hartono, angkat bicara terkait berkembangnya Ijazah mantan Presiden ke-7 Jokowi.

Ia menilai apa yang disampaikan oleh, ahli praktisi forensik dokumen Raden Hendro, di Sapa Indonesia, Kamis Malam (9/5/2025) di Kompas TV.

BACA JUGA  Kajian Intelijen: Apakah Jokowi Menerima Tawaran Calon Ketum PSI?

Terkait ijazah mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo, sudah tersampaikan oleh Raden Hendro menurut kami dan sudah jelas.

Artinya berkembangnya isu ijazah pak Jokowi, yang dimotori Roy Suryo dan Cs mereka tidak terbukti.

Menurut kami, “Mereka’ telah menggiring opini dan, diduga mengandung unsur kebencian terhadap mantan Presiden ke-7 Jokowi.

BACA JUGA  Menkeu Purbaya Rombak Besar Bea Cukai, Peringatkan Ancaman Barang Selundupan

Opini yang mereka buat dan merekayasa berbagai cara, tentu ada aktor intelektual di balik (Roy Cs) semua ini.

Mereka bukan itu saja menyerang kepada pribadinya mantan Presiden, “Dan~ bila ini didiamkan oleh penegak hukum maka ini sangat mengerikan.

Harapan kami adalah aparat penegak hukum, segera menangkap Roy Suryo CS.

BACA JUGA  Airlangga Hartarto Ketum Golkar Mendadak Mengundurkan Diri

Seperti kami menggambarkan” ~ Jangankan pencalonan untuk Presiden, bahkan dari tingkat Desa, Bupati/Walikota, dan Gubernur saja,..itu harus melakukan proses administrasi data secara valid lebih khusus soal Ijazah.

Sungguh aneh sekali menurut kami, coba juga dugaan telisik harta kekayaan dan (Rekening) Roy Suryo Cs apakah ada bukti transferan masuk? Atau melalui pembayaran tunai.

Terkait apa? Semangat empat lima nya Roy Suryo Cs begitu hebat, bahkan diundang oleh televisi swasta, dengan gamblangnya mereka menebar isu ijazah palsu.

BACA JUGA  Pariwisata Yogyakarta Jadi Sorotan Bamboo Spirit Nusantara, Destinasi Perlu Diperkuat

Presiden Jokowi dimata kami orang baik, bukankah kalian merasakan enak di jaman Jokowi.

Sedangkan kami bukan siapa- siapanya Jokowi, kami berdiri tegak membela kebenaran dan kami dukung itu.

Kita malu melihat seorang mantan Presiden diserang secara bertubi-tubi, dan sudah tentu disaksikan oleh dunia internasional.

BACA JUGA  Siapakah Menata Kecamatan Ciracas Simak di Bawah Ini!!

Siapakah yang bertanggung jawab? Tutup Saidi Hartono ketua DPD Serikat Praktisi Media Indonesia.

BACA JUGA  Pohon Gayam Dapat Mengatasi Polusi Udara Seperti Apa!!

 

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this