Diduga Pelayanan Rujukan Telat, Dokter Biarkan Pasien Sakit Parah

Published on

Sleman, DIY | List Berita – Disinyalir kurang responsifnya, pelayanan kesehatan dari salah satu pasien pada saat meminta rujuk kepada dokter.

Seorang oknum medis, menjadi sorotan tertuju pada pelayanan, dari Puskesmas Turi yang berlokasi di Jalan Pakem-Randu Songo, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Seorang pasien bernama Desi Yuanita Saphira mengaku mengalami kondisi kesehatan yang kian memburuk meski telah beberapa kali menjalani pengobatan di fasilitas tersebut.

Berdasarkan keterangannya, Desi mulai berobat sejak Januari 2026 dengan keluhan batuk. Hingga Senin (30 Maret 2026), ia akhirnya mendapatkan rujukan ke-RSUD Sleman.

Sebelumnya Desi telah tiga kali melakukan kunjungan ke Puskesmas Turi. Dan keempat kali nya baru mendapatkan rujukan.

Selama proses pengobatan, pasien mengaku telah menjalani pemeriksaan darah dan tes laboratorium, serta menerima obat sebanyak tiga kali.

Namun demikian, kondisi yang dialaminya disebut tidak kunjung membaik, bahkan semakin parah. “Batuk berdahak disertai sesak napas semakin terasa,” ungkapnya.

BACA JUGA  Akibat Longsor Gunung Kuda Cirebon Korban Makin Bertambah

Pada kunjungan kedua, Desi mengaku telah meminta rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, mengingat kondisi yang dirasakannya terus memburuk.

Namun, menurut pengakuannya, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh dokter yang menangani.

Tidak adanya rujukan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penanganan lebih lanjut terhadap kondisi pasien.

<

Sorotan terhadap Respons Tenaga Medis

Kasus ini memunculkan dugaan adanya kurangnya kepekaan tenaga medis dalam merespons kondisi pasien, khususnya dalam mempertimbangkan tingkat keparahan dan risiko yang mungkin terjadi.

Dalam standar pelayanan kesehatan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan, tingkat pertama memiliki kewajiban untuk melakukan penanganan awal.

Sekaligus merujuk pasien apabila, kondisi tidak menunjukkan perbaikan atau membutuhkan penanganan lanjutan.

Belum ada Tindakan Terhadap Pasien Selama Kunjungan Tiga Kali dari Medis

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Turi belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh pasien.

BACA JUGA  Pemprov DKI Jakarta Keluarkan Kebijakan PJJ

Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, tidak hanya dari sisi tindakan medis, tetapi juga dalam hal komunikasi, empati, dan ketepatan pengambilan keputusan demi keselamatan pasien.

Latest articles

Penadna “Pena Daya dan Data Nusantara”

Jawa Timur, List Berita | Ahli sejarah sekaligus tokoh budaya Guntur Bisowarno pencetus, kalimat...

Kembang Setaman Nusantara: Merajut Memori, Kesaksian Sejarah dan Peradaban

List Berita | Dari Kembang Kanthil, Kenanga hingga Melati. Sebuah Tafsir Simbolik tentang Pena...

ROS: Roso Orep Sejati “Jurnalis Kairos” Parangtritis Yogyakarta

Saresehan ROS “Roso Orep Sejati”: KAIROS, Parangtritis, Batu Karang, dan Jalan “Terima Diri Nitis” Narasumber:...

Guntur Bisowarno Tokoh Budayawan dan Ahli Sejarah Peradaban Nusantara

List Berita | Seorang budayawan maupun ahli sejarah Guntur Bisowarno, dan juga penggerak Bamboo...

More like this