Bangunkerto Butuh Sentuhan Tingkatkan Desa Agrowisata

Published on

Opini Publik: Dirangkum oleh Saidi Hartono

Sleman, List Berita | Kalurahan Bangunkerto di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakatnya.

Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan berbagai pihak, terutama pemerintah kalurahan yang melihat potensi besar Bangunkerto belum tergarap secara maksimal.

Padahal, desa ini memiliki sumber daya alam yang melimpah serta posisi strategis di kawasan lereng Merapi.

Bangunkerto
Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan berbagai pihak, terutama pemerintah kalurahan yang melihat potensi besar Bangunkerto belum tergarap secara maksimal.

Lurah Bangunkerto, Anas Mahruf, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu mengangkat kembali potensi wilayahnya ke publik.

Ia berharap perhatian ini dapat menjadi pintu masuk, bagi kebangkitan ekonomi desa.

Menurutnya, Bangunkerto memiliki kekuatan utama di sektor pertanian, khususnya komoditas salak yang sudah dikenal luas.

Namun, tanpa inovasi dan dukungan investasi, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal di tengah persaingan global.

BACA JUGA  Bahas Ekonomi Indonesia Wapres Gibran Sampaikan Ini..

“Terima kasih atas perhatian untuk mengangkat potensi Bangunkerto, ujar Anas pada media redaksisatu.id.

Kami memiliki sumber daya ekonomi seperti salak, namun perlu adanya sentuhan investor, khususnya untuk menghidupkan kembali agrowisata yang dulu pernah berjaya,” ujar Anas.

Agrowisata Bangunkerto pernah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

<

Konsep wisata berbasis pertanian yang ditawarkan kala itu, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, geliat wisata tersebut mulai meredup.

Minimnya pengembangan, promosi, serta fasilitas pendukung menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah kunjungan.

Kondisi ini, berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  Telah Resmi Warung Pelayanan Publik Dibuka Untuk Umum

Banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya, bergantung pada sektor wisata kini mengalami penurunan pendapatan secara drastis.

Melihat situasi ini, pemerintah kalurahan mendorong hadirnya investor yang dapat membantu mengembangkan kembali potensi agrowisata secara modern dan berkelanjutan.

Selain agrowisata, Bangunkerto juga memiliki rencana strategis untuk membangun infrastruktur pendukung ekonomi, salah satunya pembangunan embung di kawasan Gadung.

Embung tersebut direncanakan tidak hanya sebagai sarana penampungan air, tetapi juga sebagai destinasi wisata baru yang mampu menarik minat pengunjung.

Dengan konsep wisata berbasis alam, embung diharapkan menjadi daya tarik tambahan sekaligus memperkuat identitas Bangunkerto sebagai desa wisata.

Lebih dari itu, keberadaan embung juga memiliki fungsi vital dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian di sekitarnya.

Hal ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat lokal. “Kami berharap, pembangunan embung di wilayah Gadung bisa terealisasi.

BACA JUGA  Sejarah Kerajaan Mataram di Makam Aulia Syekh Maulana Maghribi

Selain untuk wisata, embung ini sangat penting untuk mengairi sawah warga,” tambah Anas.

Pembangunan embung juga dinilai sebagai langkah adaptif, dalam menghadapi perubahan iklim yang mulai berdampak pada sektor pertanian.

Dengan adanya cadangan air yang memadai, petani di Bangunkerto dapat lebih tenang dalam menjalankan aktivitas pertanian sepanjang tahun.

Data profil kalurahan mencatat, jumlah penduduk Bangunkerto per akhir tahun 2025 mencapai sekitar 9.765 jiwa.

Jumlah ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan penguatan ekonomi lokal, yang berkelanjutan.

Dengan jumlah penduduk tersebut, potensi tenaga kerja lokal sebenarnya sangat besar jika dikelola dengan baik melalui sektor-sektor produktif.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghidupkan kembali roda ekonomi desa.

BACA JUGA  Gubernur Yogyakarta Berikan Kompensasi Pada Mahasiswa Terdampak Bencana

Bangunkerto memiliki semua modal dasar untuk berkembang, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sumber daya manusia.

Tinggal bagaimana semua potensi tersebut, dapat disinergikan secara optimal.

Kini, harapan besar tertuju pada langkah konkret, yang mampu mengembalikan kejayaan Bangunkerto.

Sebagai desa agrowisata yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Latest articles

Warisan Budaya Nusantara Kode Semesta dari Batik Tulis Singosari

Jawa Timur, List Berita | Rilisan Budaya Nusantara Batik bukan sekadar kain. Di dalam...

Apa Makna Ilmu Pengetahuan Spiritual dari HULUN ke Hilir

Jatim, List Berita | Ketika ilmu pengetahuan, sains, dan spiritualitas turun dari HULUN ke...

Prof Adib: Alarm Ekologis dan Perubahan Lingkungan Ruang Kehidupan

Feature Lingkungan, Kebudayaan, dan Masa Depan Peradaban  Oleh: Guru Besar Prof Dr Muhammad Adib...

Menuju Kehidupan dan Alam Semesta Menjadi Pelajaran bagi Manusia

Jakarta, List Berita | Mengulas peradaban energi dan materi menuju kehidupan disusun oleh: Brigjen...

More like this