Sumbar, List Berita | SK di coret, nama di fitnah, Yossi Danti bongkar dugaan manuver politik uang Internal Partai GR Sumatera Barat.
Terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota, rrama internal mengguncang tubuh Partai Gerakan Rakyat (GR) Sumatera Barat, besutan Anies Baswedan.
Dr. Yossi Danti, SH, MH, mengaku menjadi korban pencoretan sepihak, dari Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Kabupaten Limapuluh Kota.
Lebih jauh, ia menyebut dirinya difitnah dengan tudingan yang menyerang kehormatan pribadi.
Yossi-yang akrab disapa Tutut-mengklaim sebelumnya, telah menerima soft copy usulan SK yang telah ditandatangani Ketua DPW Gerakan Rakyat.
Namun saat menghadiri Rapat Kerja Nasional di Hotel Aryaduta Jakarta pada 18–19 Januari 2026, namanya disebut telah diganti tanpa penjelasan resmi.
“Dokumen sudah saya terima. Tapi setibanya di Jakarta, nama saya hilang. Ini bukan sekadar kekeliruan administratif,” ujarnya.
Tuduhan Serius: Fitnah dan Serangan Personal
Tak hanya dicoret dari kepengurusan, Yossi juga mengaku mendapat serangan personal.
“Yang dinilainya merendahkan martabat perempuan, dan mencederai etika politik.
Sebagai akademisi bergelar doktor hukum dan advokat aktif, ia menyebut tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebagai bentuk pencemaran nama baik yang serius.
“Kalau ada perbedaan politik, itu biasa. Tapi menyerang kehormatan pribadi, dengan narasi yang tidak bermartabat, ini sudah di luar batas,” tegasnya.
Dugaan Permintaan Dana dan Tekanan Internal
Sumber internal partai menyebut, pencoretan nama Yossi diduga berkaitan dengan persoalan pendanaan keberangkatan ke Rakernas.
Serta kontribusi operasional sekretariat DPW. Yossi tidak membantah adanya permintaan tersebut.
Namun ia mempertanyakan etika organisasi, ketika status kepengurusannya belum sah secara administratif.
“SK belum terbit, tapi sudah ada permintaan pembiayaan tiket dan sumbangan operasional. Saya tentu kaget,” katanya.
Ia juga mengaku sempat membantu sejumlah kebutuhan internal, termasuk mendukung keberangkatan beberapa pengurus dan membantu tenaga administrasi.
Namun menurutnya, hal itu tak mengubah keputusan pencoretan namanya.
Pendukung Anies, Harapan yang Pupus
Sebagai pendukung Anies Baswedan, Yossi mengaku melihat momentum politik sebagai ruang pengabdian.
Ia bahkan telah menunda sejumlah agenda profesinya demi menghadiri Rakernas.
“Saya datang dengan niat membesarkan partai di 50 Kota. Saya pikir ini awal pengabdian,” tuturnya.
Namun harapan itu berubah menjadi kekecewaan mendalam, ketika mengetahui perubahan SK terjadi tanpa mekanisme kolektif yang transparan.
Langkah Hukum Mengintai
Yossi, menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum. Atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan melawan hukum, yang dinilainya merugikan secara moril dan materil.
“Ini bukan soal kursi. Ini soal integritas dan martabat,” ujarnya.
Hingga laporan ini disusun, pihak DPW Partai Gerakan Rakyat Sumatera Barat belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan tersebut.
Di tengah tuntutan publik terhadap politik yang bersih dan berintegritas, polemik ini menjadi ujian serius bagi tata kelola internal partai.
Publik kini menanti: apakah akan ada klarifikasi terbuka, atau justru konflik ini berlanjut ke meja hijau? (**Sumber : Dr. Yossi Danti S.H,.M.H – Drs Edi Anwar Asfar**).








