Internasional, List Berita | Pemerintah Australia mengalokasikan dana awal sebesar, US$2,7 miliar untuk pembangunan dan pengembangan kapal selam nuklir.
Yang akan mendukung produksi kapal selam, bertenaga nuklir dalam kerangka perjanjian AUKUS.
Proyek strategis ini dilaporkan, berlangsung per 15 Februari 2026.
Galangan kapal tersebut dirancang sebagai tulang punggung industri pertahanan maritim Australia, sekaligus menjadi fasilitas utama.
Dalam transfer teknologi nuklir militer dari Amerika Serikat dan Inggris.
Meski anggaran awal berada di angka US$2,7 miliar, total biaya proyek diperkirakan dapat membengkak hingga US$21 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Lonjakan biaya ini mencakup pembangunan infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, sistem keselamatan nuklir, serta integrasi teknologi tingkat tinggi.
Berdasarkan kesepakatan AUKUS, galangan tersebut akan memproduksi 8 unit kapal selam nuklir.
“Yang akan memperkuat kemampuan pertahanan laut Australia, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.
Kapal selam ini diproyeksikan memiliki daya jelajah lebih jauh, kemampuan siluman tinggi, serta durasi operasi yang jauh lebih lama dibanding kapal selam konvensional.
Langkah Australia ini dipandang sebagai pergeseran besar dalam postur pertahanan regional.
Sekaligus menandai eskalasi kompetisi strategis di kawasan, yang berpotensi memicu respons dari negara-negara besar lainnya.(**M.Fazar**).








