Jakarta, List Berita | Pasar Saham Indonesia Anjlok US$80 Miliar, investor ritel memberikan masukan kepada pemerintah.
Sebagai investor ritel seperti Mouammari Febry (43), gejolak tersebut terasa langsung. Dilansir CNA pada Selasa, (3/2/2026).
Febry mengatakan pasar saham Indonesia anjlok tajam sejak pekan lalu, dengan nilai kapitalisasi pasar menyusut lebih dari US$80 miliar.
Menurutnya, kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memicu krisis, kepercayaan dan berujung pada pengunduran diri pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Aksi jual dipicu peringatan penyedia indeks global MSCI yang menyoroti persoalan transparansi, rendahnya porsi saham beredar bebas (free float), dan kepemilikan manfaat pada sejumlah emiten.
MSCI memperingatkan Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari pasar berkembang jika, tidak ada perbaikan hingga Mei.
Pemerintah menyatakan, akan mengambil langkah menjaga integritas dan likuiditas pasar.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, sementara regulator menyiapkan penguatan tata kelola, transparansi, dan penegakan aturan pasar modal.








