Tokyo – Koalisi pemerintahan konservatif Jepang di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi, meraih kemenangan telak dalam pemilihan majelis rendah parlemen yang digelar Minggu (8/2/2026).
Hasil pemilu ini memperkuat posisi politik Takaichi sebagai, perdana menteri wanita pertama Jepang.
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpinnya diproyeksikan memenangkan 328 dari 465 kursi, jauh melampaui ambang 233 kursi untuk mayoritas.
Bersama mitra koalisi, Partai Inovasi Jepang, pemerintahan kini menguasai mayoritas super dua pertiga, memudahkan pengesahan agenda legislasi dan mengesampingkan majelis tinggi.
Pemilu berlangsung di tengah badai salju di sejumlah wilayah, namun tidak menghalangi kemenangan LDP.
Takaichi sebelumnya menjanjikan paket stimulus 21 triliun yen, dan penangguhan pajak konsumsi atas makanan guna menekan krisis biaya hidup.
Meski demikian, rencana belanja besar itu memicu kekhawatiran pasar, mengingat utang Jepang telah melampaui dua kali lipat produk domestik bruto.
Di sisi lain, sikap tegas Takaichi terhadap Tiongkok, terutama terkait Taiwan, justru mendapat dukungan luas dari pemilih.
Kemenangan ini menandai kebangkitan LDP setelah, kehilangan mayoritas pada pemilu 2024.
Sementara partai oposisi utama kembali terpukul, akibat perolehan suara yang merosot tajam.








