Jam Kiamat, Prediksi 2026 Tengah Malam Dunia di Ambang Krisis Global

Published on

List Berita | Jam Kiamat (Doomsday Clock) kembali menjadi sorotan global. 

Setelah posisinya pada, tahun 2026 ditetapkan hanya 85 detik menuju tengah malam-titik simbolis kehancuran global.

Jam ini merupakan representasi metaforis yang ditentukan, oleh para ilmuwan dari Bulletin of the Atomic Scientists.

Termasuk sejumlah peraih Hadiah Nobel, untuk menggambarkan seberapa dekat umat manusia dengan bencana besar.

Dilansir dari Science Alert (16/3/2026), posisi tahun ini menjadi yang paling dekat sepanjang 79 tahun sejarah Jam Kiamat.

Penilaian tersebut didasarkan pada meningkatnya risiko perang nuklir, krisis iklim, dan ancaman teknologi global.

Sejarah Jam Kiamat

Jam Kiamat pertama kali diperkenalkan, pada tahun 1947 oleh Bulletin of the Atomic Scientists.

Sebuah organisasi yang didirikan oleh ilmuwan Proyek Manhattan, termasuk Albert Einstein dan J. Robert Oppenheimer.

BACA JUGA  Adu Penalti: Swedia Menang Vs Amerika Serikat dari Piala Dunia

Simbol jam ini dirancang oleh seniman Martyl Langsdorf sebagai, ilustrasi ancaman nuklir terhadap peradaban manusia.

<

Saat pertama kali diperkenalkan, jam tersebut menunjukkan waktu 7 menit menuju tengah malam.

Latar belakang pembentukannya tidak lepas dari tragedi bom atom, di Hiroshima dan Nagasaki (1945).

Yang menewaskan lebih dari 100.000 jiwa, dan membuka era baru ancaman nuklir global.

Faktor Risiko Tahun 2026

Penetapan 85 detik, menuju tengah malam didorong oleh berbagai faktor utama, antara lain:

Krisis iklim: kenaikan permukaan laut dan meningkatnya bencana alam global sepanjang 2025.

Ketegangan geopolitik: meningkatnya nasionalisme, khususnya antara Amerika Serikat dan Rusia.

Kebijakan energi: potensi kemunduran dalam penggunaan energi terbarukan.

BACA JUGA  Mantan Diplomat Korea Utara Bongkar Hubungan Dengan Capres AS

Disinformasi digital: penyebaran informasi palsu, termasuk melalui teknologi AI.

Peraih Nobel Perdamaian Maria Ressa turut dikutip dalam pernyataan tersebut:

“Kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang tidak kita sepakati keberadaannya.”

Peringatan dan Kritik

Jam Kiamat berfungsi sebagai, peringatan simbolis bagi dunia agar lebih waspada terhadap ancaman global.

Namun, tidak sedikit kritik yang menyebutnya terlalu dramatis dan kurang transparan dalam metode penilaiannya.

Meski demikian, banyak pihak menilai bahwa simbol ini tetap efektif dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko nyata yang dihadapi umat manusia.

Prediksi Akhir Dunia dan Isaac Newton

Menariknya, ilmuwan legendaris Sir Isaac Newton pernah memperkirakan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2060.

Namun, prediksi ini bukan berdasarkan sains modern, melainkan interpretasi terhadap teks keagamaan yang ia pelajari secara mendalam.

BACA JUGA  PM Malaysia Anwar Ibrahim, Tiongkok Akan Hadir di Kuala Lumpur

Meski tidak dapat dipastikan secara ilmiah kapan bencana global akan terjadi, Jam Kiamat menjadi pengingat bahwa:

Masa depan umat manusia sangat bergantung pada keputusan hari ini.

Kesadaran, kerja sama internasional, dan kemampuan menyaring informasi menjadi kunci untuk menjauhkan dunia dari “tengah malam” yang sesungguhnya,(**Dilansir dari Sceinching-Redaksi**).

Latest articles

Ribuan Warga Magelang Gerebek Getuk di Alun-alun

Magelang, List Berita | Ribuan warga tumpah ruah di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam...

Ketua Parlemen Iran Berkata, Dirinya Tidak Percaya dengan Delegasi AS

List Berita | Ketua parlemen Iran mengatakan AS gagal mendapatkan, kepercayaan delegasi Iran dalam...

Teheran Sebut Tuntutan Washington “Tidak Masuk Akal”

Teheran, List Berita | Upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan ketegangan,...

Kesepakatan Perdamaian Iran-AS belum ada titik temu

Islamabad, List Berita | Pemerintah Iran menyatakan, bahwa pembicaraan penting antara Amerika Serikat dan...

More like this