SLEMAN, ListBerita.id | Bukit Turgo di lereng selatan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menjadi salah satu destinasi wisata alam, yang menawarkan perpaduan panorama pegunungan, sejarah geologi, serta nilai spiritual yang masih terjaga hingga kini.
Bukit Turgo yang berada di wilayah Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, ini terletak di sisi barat kawasan wisata Kaliurang.
Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati bentang alam Merapi sekaligus hamparan hijau yang membentang di wilayah Sleman.
Tim investigasi ListBerita.id berkesempatan melakukan pendakian menuju Puncak Bukit Turgo pada Kamis, 16 Juli 2026.
Perjalanan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai keindahan alam, sekaligus sejarah panjang yang tersimpan di kawasan tersebut.
Selain dikenal sebagai lokasi wisata alam, Bukit Turgo juga memiliki nilai penting dalam kajian geologi Gunung Merapi. Kawasan ini menjadi salah satu saksi perkembangan gunung api paling aktif di Indonesia.
Berdasarkan berbagai kajian geologi, Bukit Turgo bersama Bukit Plawangan merupakan bagian dari morfologi tua lereng selatan Gunung Merapi yang terbentuk jauh sebelum puncak Merapi modern seperti yang terlihat saat ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bukit tersebut diperkirakan memiliki usia hingga sekitar 60.000 tahun. Usia tersebut menjadikannya sebagai salah satu bentang alam tertua di kawasan Merapi.
Keberadaan Bukit Turgo dan Bukit Plawangan menjadi bukti bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi telah berlangsung selama puluhan ribu tahun dengan berbagai fase pembentukan.
Sementara itu, bagian puncak Gunung Merapi yang berada di atas kawasan Pasar Bubrah diperkirakan baru terbentuk sekitar 2.000 tahun yang lalu melalui proses erupsi yang terus berlangsung.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tubuh Gunung Merapi terus mengalami perubahan bentuk, akibat aktivitas magma yang aktif hingga sekarang.
Lokasi kawah aktif Merapi saat ini merupakan bagian termuda dari struktur gunung yang terus berkembang mengikuti dinamika aktivitas vulkaniknya.
Di kawasan Bukit Turgo juga terdapat makam yang dipercaya sebagai, makam Syekh Jumadil Kubro.
Tempat tersebut menjadi salah satu tujuan peziarah, dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberadaan situs religi tersebut menambah daya tarik Bukit Turgo, karena wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya masyarakat setempat.
Jalur pendakian menuju puncak relatif menantang dengan dominasi tanjakan dan pepohonan yang masih cukup rindang sehingga memberikan suasana sejuk sepanjang perjalanan.
Sesampainya di puncak, pengunjung disuguhkan panorama Gunung Merapi yang megah, terutama ketika cuaca cerah dan kabut tidak menutupi kawasan pegunungan.
Bukit Turgo juga menjadi lokasi favorit bagi pecinta fotografi alam karena menawarkan sudut pandang yang berbeda dibandingkan kawasan wisata lainnya di sekitar Kaliurang.
Keindahan matahari terbit maupun matahari terbenam dari kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri yang selalu dinantikan para pendaki dan wisatawan.
Selain menyimpan kekayaan geologi, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di lereng selatan Gunung Merapi.
Pemerintah daerah bersama pengelola wisata terus mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan Bukit Turgo agar tetap menjadi destinasi wisata alam yang berkelanjutan.
Dengan kombinasi panorama pegunungan, nilai sejarah geologi, serta warisan budaya dan religi, Bukit Turgo menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan panjang Gunung Merapi.
Melalui kunjungan lapangan yang dilakukan tim investigasi ListBerita.id, Bukit Turgo membuktikan bahwa, di balik keindahan alamnya tersimpan kisah panjang.
Pembentukan Gunung Merapi yang terus berlangsung hingga saat ini, menjadikannya salah satu warisan alam paling berharga di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Tim Investigasi).


