Inggris Kucurkan Rp4,6 Triliun untuk Pasokan Uranium Ukraina

Published on

London, List Berita | Pemerintah Inggris mengumumkan kesepakatan strategis, senilai 210 juta poundsterling atau sekitar Rp4,6 triliun guna memasok uranium.

“Yang diperkaya kepada perusahaan energi nuklir nasional Ukraina, Energoatom. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas, pasokan listrik Ukraina yang terus menghadapi tekanan akibat konflik berkepanjangan.

Kesepakatan tersebut didukung oleh UK Export Finance dan akan memungkinkan perusahaan pengayaan uranium asal Inggris, Urenco, memasok bahan bakar nuklir bagi pembangkit listrik Ukraina selama dua tahun ke depan.

Perjanjian ini disetujui dalam pertemuan antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berlangsung di Downing Street pekan lalu.

Pemerintah Inggris menyatakan bahwa, kerja sama tersebut bertujuan memperkuat ketahanan energi Ukraina.

Sekaligus memastikan operasional pembangkit listrik, tenaga nuklir tetap berjalan di tengah situasi yang menantang.

“Inggris akan terus memberikan dukungan kepada Ukraina selama diperlukan,” tegas Starmer dalam keterangannya.

BACA JUGA  Pernyataan Trump: Zelenskyy Seharusnya Tamat Pimpin Ukraina Sejak Tahun 2024

Saat ini, Energoatom mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir yang menjadi tulang punggung pasokan energi nasional Ukraina. 

Sektor energi dinilai memiliki peran vital dalam menjaga aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik selama konflik berlangsung.

Namun demikian, sejumlah laporan sebelumnya menyoroti berbagai kasus dugaan korupsi yang menyeret sektor energi Ukraina, termasuk beberapa proyek yang berkaitan dengan Energoatom.

Lembaga antikorupsi Ukraina telah melakukan, sejumlah penyelidikan terkait penggunaan dana dan pengelolaan infrastruktur energi negara tersebut.

<

Di sisi lain, isu keamanan fasilitas nuklir juga terus menjadi perhatian komunitas internasional. Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan.

Terkait serangkaian insiden, di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye, fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang saat ini berada di wilayah yang dikuasai Rusia.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) beberapa kali menyerukan, agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan keselamatan fasilitas nuklir maupun masyarakat sipil di sekitarnya.

BACA JUGA  Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova Sindir Tajam Peran Zelenskyy

Kesepakatan terbaru antara Inggris dan Ukraina ini menunjukkan, komitmen berkelanjutan negara-negara Barat dalam mendukung sektor energi Ukraina, yang dianggap sebagai salah satu komponen penting bagi stabilitas nasional di tengah konflik yang masih berlangsung.

Perkembangan kerja sama energi tersebut diperkirakan akan terus menjadi perhatian internasional, mengingat pentingnya keamanan energi dan keselamatan nuklir bagi kawasan Eropa maupun dunia. (Dilansir Russia Today).

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this