Moskow, List Berita Pemerintah Rusia melalui Kremlin resmi, mengumumkan penghentian sementara operasi militer.
Gencatan Senjata yang akan mulai berlaku pada Jumat, 11 April 2026 pukul 16.00 waktu setempat hingga Sabtu malam, 12 April 2026.
Keputusan ini diambil langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai bagian dari langkah strategis dalam merespons dinamika terkini di medan konflik.
Dalam pernyataan resminya, Kremlin menyebutkan bahwa jeda pertempuran ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi situasi kemanusiaan.
Termasuk kemungkinan evakuasi warga sipil, dari wilayah terdampak serta distribusi bantuan.
“Penghentian sementara ini diharapkan dapat membuka peluang bagi, upaya-upaya kemanusiaan dan mengurangi eskalasi di lapangan,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi Kremlin.
Langkah ini juga dinilai sebagai sinyal diplomatik dari Moskow di tengah, meningkatnya tekanan internasional terkait konflik yang masih berlangsung.
Sejumlah pihak menilai, keputusan tersebut dapat menjadi pintu awal menuju pembicaraan lebih lanjut, meskipun belum ada kepastian mengenai kelanjutan proses negosiasi damai.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak lawan mengenai respons terhadap kebijakan penghentian sementara tersebut.
Situasi di lapangan pun diperkirakan masih akan tetap dinamis. Pengamat hubungan internasional menilai, efektivitas gencatan senjata.
Ini akan sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak, dalam menahan diri serta mengedepankan jalur diplomasi.
Media List Berita akan terus memantau perkembangan terbaru terkait, implementasi kebijakan ini serta dampaknya terhadap situasi regional dan global.


