Rusia-Belarus Gelar Latihan Nuklir Gabungan

Published on

MINSK, LIST BERITA | Rusia dan Belarus kembali menggelar latihan militer gabungan yang melibatkan unsur kemampuan nuklir strategis.

Kementerian Pertahanan Belarus pada Senin, (18/5/2026) mengumumkan bahwa, latihan tersebut difokuskan pada peningkatan kesiapan operasional pasukan rudal dan Angkatan Udara.

Dalam keterangannya, pihak kementerian menyebut latihan mencakup simulasi penempatan senjata secara tersembunyi, manuver jarak jauh, hingga persiapan peluncuran dari lokasi non permanen.

Pasukan gabungan Rusia dan Belarus juga dilatih, untuk memindahkan sistem persenjataan menuju titik peluncuran simulasi serta menjalankan prosedur kesiapan tempur.

Belarus menegaskan bahwa kegiatan tersebut, merupakan agenda latihan rutin yang telah dijadwalkan sebelumnya dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.

Pemerintah Minsk juga menyatakan, latihan itu tidak menimbulkan ancaman terhadap stabilitas keamanan kawasan.

Hubungan pertahanan Rusia dan Belarus dalam, beberapa tahun terakhir memang semakin erat. Pada 2023.

BACA JUGA  Putin dan Xi Jinping Bahas Penguatan Aliansi Strategis Rusia-China

Moskow menempatkan senjata nuklir taktis, di wilayah Belarus atas permintaan pemerintah Minsk. Dilaporkan dari Sputnik.

Selain itu, Rusia juga diketahui mengerahkan sistem rudal hipersonik Oreshnik yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, sebelumnya menyatakan bahwa negaranya perlu memperkuat sistem pertahanan di tengah meningkatnya aktivitas militer negara-negara NATO di kawasan Eropa Timur, terutama Polandia.

Di sisi lain, ketegangan kawasan juga meningkat setelah laporan media Polandia pada akhir April lalu, menyebut Warsawa dan Paris.

<

Tengah mempersiapkan latihan militer bersama, yang mencakup simulasi serangan konvensional dan nuklir terhadap Rusia serta Belarus.

Kerja sama pertahanan tersebut diperkuat setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengumumkan peningkatan koordinasi militer kedua negara.

Bahkan, Prancis disebut membuka kemungkinan pengerahan pesawat tempur, berkemampuan nuklir ke wilayah Polandia.

BACA JUGA  Rusia Kecam Tindakan Jerman atas Larangan Kenangan untuk Uni Soviet

Pemerintah Rusia sendiri berulang kali membantah, tuduhan bahwa Moskow memiliki rencana menyerang NATO.

Kremlin menilai berbagai langkah militer negara-negara Eropa justru memperlihatkan, kecenderungan peningkatan militerisasi dan eskalasi nuklir di kawasan.

Latest articles

Putin dan Xi Jinping Bahas Penguatan Aliansi Strategis Rusia-China

Beijing, List Berita | Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok,...

Diduga Tangki Truk Dimodifikasi, Mobil Milik Warga Angkut BBM Subsidi

Pesisir Selatan, List Berita | Sebuah mobil tangki truk jenis Mitsubishi Colt Diesel Canter,...

Tabrakan Dua Pesawat Jet Tempur AS Saat Latihan Atraksi

List Berita | Dua pesawat jet tempur elektronik milik Angkatan Laut Amerika Serikat, mengalami...

Pengerahan 4000 Militer AS ke Polandia Batal! Ini Jawaban Pentagon

Pentagon, List Berita | Pentagon dilaporkan membatalkan, rencana pengerahan sekitar 4000 militer Amerika Serikat...

More like this