Pembabatan Hutan Lindung, Bos Ekskavator Belum Ditemukan Hampir Setahun

Published on

Pesisir Selatan, List Berita – Pembabatan hutan lindung di Kabupaten Pesisir Selatan, resmi ditutup hampir satu tahun tidak beroperasi.

Namun hingga kini, penegakan hukum terhadap pelaku utama kasus tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.

Di lokasi hutan lindung yang berada di wilayah Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan, masih terlihat satu unit alat berat jenis ekskavator yang dipasangi garis polisi (police line).

Alat berat tersebut diduga digunakan dalam aktivitas, pembabatan hutan lindung secara ilegal.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, Redaksi Satu menelusuri kepemilikan ekskavator tersebut.

Pemilik alat berat diketahui bernama Muklis, yang juga disebut-sebut sebagai bos ekskavator dalam aktivitas pembabatan hutan lindung tersebut.

Hingga hampir satu tahun berlalu, Muklis masih berstatus buron dan belum tersentuh proses hukum.

BACA JUGA  Anggota Ormas GRIB Jaya Tangsel dan Ahli Waris Berurusan Polisi

“Untuk mendalami kasus ini, wartawan Redaksi Satu mengonfirmasi Kasatreskrim Polres Pesisir Selatan, AKP Muhammad Yogie Biantoro, beberapa minggu lalu. Melalui pesan WhatsApp tertanggal 21 Januari 2026,

Yogie menyampaikan bahwa, pemilik ekskavator masih dalam tahap penyidikan dan belum dapat diperiksa.

“Pemilik ekskavator masih tahap penyidikan dan belum diperiksa karena, yang bersangkutan kabur dan tidak berada di rumah saat dilakukan pencarian,” ujar Yogie dalam pesan WhatsApp.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian, terhadap pemilik ekskavator maupun operator alat berat tersebut.

<

“Kami masih melakukan pencarian terhadap, pemilik dan operator ekskavator sampai saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Pol Derry Indra hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan wartawan Redaksi Satu melalui WhatsApp tidak mendapat balasan.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Segel Ruko PT. TSL di Duga Edarkan Handphone Ilegal

Berdasarkan rangkaian peristiwa yang dihimpun, aktivitas pembabatan hutan lindung ilegal ini diketahui berlangsung sejak tahun 2024 hingga 2025, sebelum akhirnya dihentikan.

Meski lokasi telah ditutup dan alat berat diamankan, belum adanya penetapan tersangka menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan penegakan hukum dalam kasus perusakan hutan lindung tersebut. (**Sumber Erichan****).

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this