Menkeu Purbaya Rombak Besar Bea Cukai, Peringatkan Ancaman Barang Selundupan

Published on

Jakarta, LIST BERITA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak besar-besaran jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya memberi peringatan keras soal maraknya barang selundupan, yang dinilai mengancam ekonomi nasional dan penerimaan negara.

Dirinya menegaskan Bea Cukai harus menjadi garda terdepan dalam melindungi pasar domestik.

Ia mengingatkan, lemahnya pengawasan akan membuka ruang bagi produk ilegal yang menciptakan persaingan tidak sehat dan melemahkan industri dalam negeri.

BACA JUGA  Menteri Keuangan Berikan Penjelasan Program Ekonomi

“Kalau banyak barang selundupan, domestic demand kita dikuasai perusahaan luar negeri yang bersaing tidak fair,” ujar Purbaya saat pelantikan pejabat di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, penurunan penerimaan pajak dan cukai akibat pembiaran barang ilegal dapat berdampak fatal pada kas negara.

Bahkan, menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu operasional institusi Bea dan Cukai.

Dalam perombakan ini, Menkeu melantik 36 pejabat pimpinan tinggi pratama, dengan 31 di antaranya berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Perombakan dilakukan untuk pengetatan pengawasan dan peningkatan kinerja penerimaan negara.

Latest articles

Tridaya Budi Terbentuk Kesadaran Manusia Nusantara Ini Kajiannya!

Jawa Timur, List Berita | JejeR Saresehan Roso Orep Sejati kembali menjadi ruang pertemuan...

Komando Pikiran Gagasan Guntur tentang Kekuatan Kebudayaan Jadi Perhatian Nusantara

Listberita.id | Gagasan mengenai Komando Pikiran (KOPI) kembali menjadi perhatian dalam diskusi kebudayaan, dan...

BYD Mobil Teknologi Elektrik Bergengsi Melesat Laris di Indonesia

Otomotif, List Berita | BYD menguasai Pasar Mobil Listrik Indonesia, serta menghadirkan teknologi modern...

Pembangunan Jaringan Internet di Menteng Dukung Transformasi Digital 

Jakarta, List Berita | Pembangunan infrastruktur jaringan internet, terus menjadi salah satu prioritas dalam...

More like this