Tridaya Budi Terbentuk Kesadaran Manusia Nusantara Ini Kajiannya!

Published on

Jawa Timur, List Berita | JejeR Saresehan Roso Orep Sejati kembali menjadi ruang pertemuan gagasan, yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan dan kesadaran manusia Nusantara “Tridaya Budi Manusantara”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik, kawasan Gunung Arjuno, Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis Kliwon, 6 Agustus 2026 pukul 12.10 WIB.

Dalam pertemuan tersebut diperkenalkan sebuah gagasan yang disebut TRIDAYA BUDI Manusantara, sebagai bagian dari Teknologi Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik.

JejeR ini merupakan hasil Saresehan Roso Orep Sejati antara Guntur Bisowarno bersama Jack Priyana.

Jack Priyana dikenal sebagai Koordinator dan Penggerak Jaringan Budi Daya–Daya Budi, Budaya, Kebudayaan dan Pemajuan Kebudayaan Borobudur.

Pertemuan tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian diskusi yang telah berlangsung sejak tahun 2012 bersama Bamboo Spirit Nusantara Support System.

Selama lebih dari satu dekade, saresehan tersebut disebut sebagai ruang berbagi pemikiran mengenai kesadaran, budaya, serta perjalanan manusia dalam membangun peradaban.

BACA JUGA  Dedi Mulyadi Gubernur Jabar, Siapakah Dia Sebenarnya!

Menurut pemaparan Guntur Bisowarno, olah dan manajemen pemikiran menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas kehidupan manusia.

Pemikiran yang terarah diyakini mampu melahirkan daya yang menggerakkan perubahan, baik dalam diri sendiri maupun kehidupan bersama.

Tridaya Budi Manusantara Terkandung Makna dan Arti

<

Dalam konsep TRIDAYA BUDI, terdapat tiga unsur utama yang saling berkaitan.

Unsur pertama adalah Vibrasi, yang dipahami sebagai getaran awal dari setiap pikiran dan kesadaran manusia.

Getaran yang selaras diyakini mampu menghadirkan harmoni dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.

Unsur kedua adalah Frekwensi, yang dipahami sebagai proses keterhubungan antara manusia dengan sesama, alam, leluhur, dan Sang Pencipta.

Keselarasan frekwensi dipandang sebagai jembatan untuk membangun hubungan yang lebih utuh dalam kehidupan.

BACA JUGA  Pagelaran Wayang Kulit di Oak Lawang Hotel ada Peristiwa Sejarah

Selanjutnya adalah Energi, yang digambarkan sebagai daya penggerak untuk berkarya, membangun, serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

Menurut pemaparan tersebut, energi lahir dari keselarasan vibrasi dan frekwensi yang terus dipelihara.

Ketiga unsur tersebut kemudian disebut sebagai TRIDAYA BUDI, yaitu sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Konsep tersebut diposisikan sebagai cara pandang dalam membangun manusia yang sadar akan diri, lingkungan, dan nilai-nilai kebudayaan.

Dalam saresehan juga disampaikan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian alami dari kehidupan manusia.

Perbedaan sudut pandang, takwil maupun tafsir dinilai sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Perbedaan tersebut muncul karena setiap orang memiliki ruang pengalaman dan bidang keilmuan yang berbeda.

BACA JUGA  Bhakti Drupadi untuk Bumi Pertiwi dan Pengabdian Kepada Kehidupan

Karena itu, setiap pandangan perlu ditempatkan sesuai konteksnya masing-masing.

Melalui pendekatan Komando Pikiran, perbedaan diharapkan tidak berkembang menjadi pertentangan.

Sebaliknya, keberagaman dipandang sebagai sumber kekayaan intelektual dan kebudayaan.

Kebudayaan Nusantara antara Manusia dan Alam Semesta

Dalam pemikiran yang dipaparkan, Kebudayaan Manusantara menempatkan manusia sebagai pusat kesadaran terhadap akar sejarah, lingkungan, dan kehidupan semesta.

Nilai tersebut dipandang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa yang menekankan persatuan dalam keberagaman.

Semboyan tersebut dipahami bukan sekadar ungkapan sejarah, melainkan pedoman hidup untuk membangun kebersamaan.

Kerangka Baru Kuno Modern HORAIZO Klasik disebut sebagai wadah pengembangan gagasan yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan tantangan masa kini.

BACA JUGA  Pendidikan Sekolah SD Perlu Dibekali Ilmu Pengetahuan

Dalam forum tersebut, kawasan Gunung Arjuno dipandang memiliki makna penting sebagai ruang lahirnya berbagai refleksi mengenai kebudayaan dan peradaban.

JejeR Saresehan Roso Orep Sejati diharapkan terus berlanjut sebagai ruang dialog dan pertukaran pemikiran yang terbuka.

Sehingga nilai-nilai TRIDAYA BUDI Manusantara dapat terus dikaji, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari penguatan kebudayaan Nusantara.

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this