Karo, List Berita | Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) Kabupaten Karo menegaskan, arah baru gerakan organisasi.
“Dengan memperkuat sektor ekonomi berbasis koperasi dan ketahanan pangan organik.
Komitmen tersebut ditandai dengan pembentukan Cabang Biro Ekonomi, Koperasi, Investasi dan Ketahanan Pangan Organik Nasional di Kecamatan Merek untuk periode 2026ā2030.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi struktural, tetapi strategi konkret membangun kemandirian ekonomi di tingkat kecamatan, khususnya di wilayah Kabupaten Karo.
Ketua DPD SPMI Karo, Sitta P. Gurning, menegaskan bahwa koperasi menjadi instrumen utama dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas.
āKami ingin SPMI hadir bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Koperasi adalah fondasi kemandirian,ā tegasnya.
Koperasi sebagai Pilar Utama
Fokus utama biro di Kecamatan Merek adalah:
Penguatan koperasi produktif berbasis anggota
Pengembangan investasi mikro dan usaha kecil
Pemberdayaan pertanian organik
Pembangunan jaringan distribusi hasil pangan lokal
Model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung.
Koordinator Cabang Merek, Irwansyah Ginting, menyatakan kesiapan menjalankan program ekonomi berbasis potensi lokal.
āKami akan memetakan potensi pertanian dan usaha masyarakat di Merek. Targetnya jelas: koperasi aktif, usaha tumbuh, dan ketahanan pangan kuat,ā ujarnya.
Wartawan Masuk Sektor Produktif
SPMI Karo memandang bahwa insan pers memiliki jaringan, kapasitas komunikasi, dan pengaruh sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi berbasis komunitas.
Melalui biro ekonomi ini, wartawan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga bagian dari solusi pembangunan.
Dengan terbentuknya biro ini, SPMI Karo memulai babak baru: membangun ekonomi rakyat dari tingkat kecamatan.
Memperkuat ketahanan pangan organik, dan mendorong lahirnya koperasi yang sehat dan mandiri.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa, transformasi peran organisasi profesi kini mengarah pada pemberdayaan ekonomi nyata, bukan sekadar wacana. (**Red-Saidi**).








