Sindikat Perdagangan Manusia Kembali Terjadi di Pontianak

Published on

LIST BERITA – Sindikat perdagangan manusia korban seorang wanita kembali terjadi, dan terkuak di Pontianak Kalimantan Barat.

Sindikat perdagangan manusia merupakan korban seorang wanita, atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) skala Internasional terbongkar di Pontianak.

Bermula seorang wanita berinisial AL dijual dengan nilai Rp10 juta, untuk dikawini warga Republik Rakyat China (RRC). Dikutip dari Redaksi Satu.

BACA JUGA  Hubungan Seks Bebas, Kepolisian Berhasil Ungkap Jaringan Pelaku

Atas kasus perdagangan manusia ini, Unit PPA Satreskrim Polresta Pontianak Polda Kalimantan Barat menangkap dua orang pelaku berinisial DW dan MS.

Kedua pelaku ditangkap di depan komplek Stadium Jalan Sultan Hamid II, Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara pada Rabu 16 April 2025, sekitar pukul 15.45 WIB.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, melalui Kasi Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri membenarkan kasus perdagangan orang jaringan internasional tersebut.

BACA JUGA  Ketegangan di Balai Wartawan Payakumbuh: Sapaan Berujung Konflik, Diduga ada Indikasi Kepentingan Tambang Ilegal

Pihak Polresta Pontianak saat menggelar, Konferensi Pers terkait pengungkapan TPPO dan menunjukkan sejumlah barang bukti dan kedua Tersangka.

“Saat ini kedua orang pelaku terus dilakukan, pemeriksaan secara intensif oleh penyidik dan pelaku dilakukan penahanan,” ungkap AKP Wagitri, Selasa 22 April 2025.

Wagitri menjelaskan, kasus ini bermula ketika terduga pelaku DW dan MS diminta seseorang berinisial “YN yang berada di RRC, untuk mencarikan seorang perempuan yang mau dipekerjakan di RRC.

<
BACA JUGA  Mbah Ponirah, Dagang Ketupat Dari Desa Seren Butuh Perhatian

Kemudian Kedua pelaku tersebut, mendapatkan informasi ada perempuan yang mau ke RRC.

“Kemudian kedua pelaku DW dan MS menawarkan korban, berinisial AL untuk pergi ke negara China.

Mereka berangkat dengan tujuan menikahkan, dengan warga negara Asing dan diberi imbalan Rp10 juta,” jelas Wagitri.

BACA JUGA  Dua Alam Berbeda di Antara Kehidupan Manusia

Wagitri menyebut bahwa terduga pelaku juga, telah menjanjikan akan memberikan sepeda motor dan kehidupan keluarganya.

Pelaku juga telah menjanjikan, yang ada di Indonesia akan ditanggung semuan, sehingga membuat orang tua AL tertarik.

“Pelaku DW dan MS dijerat dengan pasal 4 Jo pasal 10 UU nomor 21 Tahun 2007.

BACA JUGA  China Umumkan Tarif ke Kanada Sebesar $2,6 Miliar Pada Hari Sabtu

Tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, (TPPO) atau pasal 81 Jo pasal 69 UU nomor 18 tahun 2017.

Tentang perlindungan pekerja migran Indonesia Jo UU nomor 2 Tahun 2022 tentang cipta kerja Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tegas Kasi Humas.

Wagitri menambahkan, saat ini kedua pelaku TPPO sudah, dilakukan penahanan di rumah tahanan Mapolresta Pontianak guna proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA  Pertemuan Bersejarah: Diplomat Jepang Tiongkok dan Korsel di Tokyo

Sementara itu, Kepala Koordinator Perwakilan Wilayah Kalimantan Barat, media online Redaksi Satu sejak tahun 2024 juga mendapatkan informasi.

Yang diduga kuat adanya jaringan internasional terkait, TPPO lainnya dengan modus perkawinan.

Sebelum terbang ke Negara tujuan, terduga pelaku jaringan TPPO tersebut memberikan jaminan membuat Paspor.

BACA JUGA  Dugaan Pungli Petugas Dishub DKI Jakarta, Palak Sopir Bajaj

Ia memberikan akomodasi dan transportasi, terlebih dahulu kepada pihak korban dengan menggunakan uang pelaku.

Sesampainya di Negara tujuan, uang pelaku pun digantikan oleh seorang laki-laki. “Yang menikahi perempuan, lalu kemudian dibawa oleh terduga Pelaku tersebut.

Modus iming-iming terduga Pelaku tidak hanya itu, sesampainya di Negara tujuan..

BACA JUGA  DPR dan Menteri Hukum Bahas Wacana Stop Denda Damai

Terduga Pelaku pun menyewa sebuah Apartment, untuk tempat tinggal pihak korban sebelum pernikahan berlangsung.

Setelah acara pernikahan selesai dan mahar puluhan juta, diberikan kepada orang tua” perempuan, orang tua perempuan kembali ke Indonesia.

Dan pelaku pun diduga sudah mendapatkan keuntungan, dan untuk menghilangkan jejak dari pihak korban, pelaku pun menyewa dan pindah apartemen lainnya.

BACA JUGA  Polda Jabar Tangkap Jaringan Sindikat Perdagangan Bayi Internasional

Target pelaku diduga kuat perempuan dari daerah, dan perempuan yang bekerja di cafe-cafe. Dilansir dari Redaksi Satu..

BACA JUGA  Pameran China Machinery & Electric Brand Show di JIExpo

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this