Rusia Tegaskan Perdamaian dengan Ukraina Bergantung pada “Langkah Serius” 

Published on

Moskow, List Berita |  Pemerintah Rusia menyatakan belum melihat urgensi, untuk melanjutkan pembicaraan trilateral bersama Ukraina dan Amerika Serikat.

Sebelum Kiev mengambil keputusan besar yang dianggap dapat, membuka jalan menuju penghentian perang.

Pernyataan tersebut disampaikan ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov, dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (7/5/2026) waktu setempat. Dilaporkan dari Russia Today.

Ia menilai proses negosiasi saat ini berada dalam kondisi, stagnan setelah pertemuan terakhir yang berlangsung di Jenewa pada Februari lalu.

Menurut Ushakov, pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat tidak menunjukkan perkembangan berarti karena fokus Washington kini disebut lebih banyak tertuju pada krisis lain yang dianggap lebih mendesak, terutama situasi di Timur Tengah.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Ushakov menegaskan bahwa Ukraina hanya perlu mengambil “satu langkah serius” agar peluang terciptanya gencatan senjata dan penyelesaian konflik jangka panjang bisa kembali terbuka.

Pernyataan itu diyakini merujuk pada tuntutan lama Moskow, agar pasukan Ukraina mundur dari wilayah Donbass yang hingga kini masih berada di bawah kendali Kiev.

BACA JUGA  Rusia Klaim Rudal Nuklir Sarmat Akan Guncang Dunia

Rusia selama ini menganggap langkah tersebut sebagai, syarat utama untuk menghentikan pertempuran dan memulai pembahasan damai secara menyeluruh.

“Semua pihak memahami bahwa satu keputusan penting dari Kiev dapat, menghentikan aksi militer dan membuka peluang negosiasi yang lebih serius,” ujar Ushakov.

Wilayah Donbass sendiri menjadi salah satu titik, paling sensitif dalam konflik Rusia-Ukraina.

<

Rusia mengklaim kawasan tersebut telah resmi bergabung, dengan Federasi Rusia sejak referendum tahun 2022.

Namun pemerintah Ukraina menolak, pengakuan tersebut dan tetap bersikeras mempertahankan wilayahnya.

Pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus menegaskan bahwa, pengembalian wilayah yang kini dikuasai Rusia masih menjadi prioritas utama Kiev dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu.

Pada Maret lalu, Zelensky juga sempat menuduh Amerika Serikat menekan Ukraina, agar menerima syarat-syarat yang diajukan Moskow, termasuk kemungkinan menyerahkan wilayah sengketa di Donbass demi mendapatkan jaminan keamanan.

BACA JUGA  Putin Tegas: Krimea dan Donbass Sudah Final Milik Rusia!

Namun tuduhan tersebut dibantah Washington. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut, klaim Zelensky tidak benar dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah memaksa Ukraina untuk menyerahkan wilayahnya kepada Rusia.

Hingga kini, belum ada sinyal baru mengenai dimulainya kembali pembicaraan damai antara kedua negara.

Situasi di garis depan perang juga dilaporkan, masih berlangsung intens di sejumlah wilayah timur Ukraina.

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this