Rusia Kecam “Euforia Militeristik” Jerman, Khawatirkan Arah Kebijakan Berlin

Published on

Moskow, List Berita | Pemerintah Rusia kembali melontarkan kritik keras, terhadap arah kebijakan Jerman.

“Yang dinilai semakin condong ke penguatan militer. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Rusia Maria Zakharova.

Moskow menyebut Berlin saat ini tengah berada dalam fase “euforia militeristik” yang dinilai berbahaya bagi stabilitas kawasan Eropa.

Dalam pernyataannya, Zakharova menyoroti sejumlah langkah yang disebut mencerminkan perubahan signifikan dalam kebijakan domestik maupun luar negeri Jerman.

Salah satunya adalah kebijakan yang mewajibkan pria berusia 17 hingga 45 tahun, untuk melapor kepada otoritas sebelum bepergian ke luar negeri.

Menurutnya, aturan semacam ini umumnya hanya diterapkan dalam kondisi darurat atau situasi konflik terbuka.

Oleh karena itu, ia mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut di tengah situasi yang belum mencapai tahap tersebut.

BACA JUGA  Moskow: Buka Peluang Jadi Penengah Ketegangan Teluk Persia–Iran

“Langkah ini menunjukkan adanya kecenderungan, yang tidak biasa dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk kepentingan pertahanan,” ujar Zakharova, seperti dikutip dari Sputnik pada 6 April 2026.

Lebih jauh, ia juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan rencana pemerintah Jerman di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz yang disebut ingin memperkuat kapasitas militer negara tersebut secara signifikan.

Pemerintah Jerman menargetkan peningkatan jumlah, personel aktif Bundeswehr dari sekitar 184 ribu menjadi 260 ribu prajurit pada tahun 2030.

<

Target ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang, untuk memperkuat posisi Jerman.

Sebagai salah satu kekuatan utama di Eropa, khususnya dalam konteks dinamika keamanan regional yang terus berkembang.

Namun, Rusia memandang langkah tersebut dengan penuh kewaspadaan. Zakharova mengingatkan bahwa ambisi menjadikan Jerman sebagai kekuatan militer dominan di Eropa bukanlah hal baru dalam sejarah.

Ia menyinggung pengalaman masa lalu yang berujung pada konflik besar dunia, sebuah referensi yang secara implisit merujuk pada tragedi Perang Dunia II.

BACA JUGA  Ketua Parlemen Krimea Kecam Pernyataan Kaja Kallas

Yang membawa dampak luas dan penderitaan besar bagi banyak negara, termasuk Rusia.

“Sejarah telah memberikan pelajaran yang mahal. Upaya untuk mengulang pendekatan serupa berisiko menimbulkan konsekuensi serius, tidak hanya bagi Eropa tetapi juga bagi stabilitas global,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak pemerintah Jerman belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik terbaru dari Rusia tersebut.

Namun, sejumlah analis menilai bahwa peningkatan kekuatan militer Jerman lebih dipengaruhi oleh dinamika keamanan modern, termasuk ketegangan geopolitik dan komitmen dalam aliansi pertahanan Barat.

Situasi ini kembali menegaskan, meningkatnya ketegangan narasi antara Moskow dan negara-negara Eropa, di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks.

Latest articles

Pernyataan Donald Trump “Hancurkan Iran” Tuai Kecaman dari Senat AS

AS, List Berita | Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mendapat kecaman keras dari...

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, TNI Limpahkan 4 Tersangka

Jakarta, List Berita | Penanganan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie...

Perdagangan Bayi di Bandung: 34 Korban, Jaringan Lintas Negara Terungkap

Bandung, List Berita | Sidang perdana kasus dugaan tindak pidana, perdagangan bayi lintas negara...

Teknologi AI Teheran Jadi Sasaran Serangan AS-Israel

Teheran, List Berita | Ketegangan geopolitik kembali meningkat, setelah laporan dari media Rusia, Sputnik,...

More like this