Penderita DBD Meningkat Hingga di Sleman Yogyakarta

Published on

Sleman, List Berita – Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini makin merajalela, di DKI Jakarta hingga Sleman Yogyakarta.

Intensitas curah hujan belakangan ini meningkat terus menerus, hingga wabah jentik nyamuk telah menyebar dan menularkan kuman melalui virus DBD.

Hal ini menjadi persoalan serius bagi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Angka bagi penderita penyakit DBD kian bertambah.

BACA JUGA  Perhelatan Banyumas 10.000 Penari Lengger Bicara Pencatatan Rekor MURI

Persoalan serius wabah jentik yang menularkan tidak bisa dianggap enteng, ratusan orang terjangkit penyakit DBD kian menjadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati menyampaikan pada awak media.

Menurutnya, sepanjang Januari hingga pertengahan tahun 2025 telah tercatat terdapat ratusan kasus terjangkit DBD di Bumi Sembada.

BACA JUGA  Perusahaan Tekstil Terbesar Bermasalah Kejagung Bidik Bank Plat Merah

Namun selanjutnya, tidak ada laporan kematian akibat virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Data kasus DBD di Kabupaten Sleman ada 284 yang terjangkit, tetapi ”Alhamdulillah kematian 0 (tidak ada), kata dr. Khamidah, dalam keterangannya pada Sabtu (28/5).

Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi virus dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

<

BACA JUGA  Bank Indonesia, Kurs Rupiah Stabil Imbangi Pangsa Pasar

Penyakit ini bisa disembuhkan namun juga dapat, menjadi serius bahkan mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Cara pencegahannya dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan 3 M plus yaitu:

BACA JUGA  Pejalan Kaki Tewas Ketabrak Kereta Api, Anggota DPRD Angkat Bicara

Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air dan mendaur ulang barang bekas.

Intensitas Curah Hujan Virus DBD Menjadi Perhatian 

Selain itu, langkah plus dilakukan dengan menggunakan lotion anti nyamuk; pasang kelambu saat tidur.

Kemudian taburkan larvasida di tempat penampungan air; dan juga dapat memelihara ikan untuk pemakan jentik.

BACA JUGA  Mobil CPO Terperosok ke Sungai Pessel Sumatera Barat

Kemudian menghindari untuk menggantung pakaian di dalam rumah, yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Catatan Redaksi

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD dapat dibedakan dari bentuk dan corak warnanya.

Dengan mengetahui ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti, Anda bisa lebih waspada.

Jika menemukan banyak nyamuk jenis ini berterbangan di lingkungan sekitar rumah Anda.

BACA JUGA  Mafia Tanah di BAB Tapan Tak Membuat Efek Jera

Nyamuk Aedes aegypti Binatang Terkecilkan Sangat Mematikan

Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang membawavirus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Uniknya, hanya nyamuk Aedes aegypti betina yang menyebarkan virus tersebut, sedangkan nyamuk jantan tidak.

Selain virus dengue, nyamuk Aedes aegypti juga dapat membawa virus zika, chikungunya, dan demam kuning.

BACA JUGA  Oknum Polisi Diduga Sekongkol Dengan KAN Lunang Jual Beli Tanah Hutan

Penyebaran virus oleh nyamuk Aedes aegypti mudah sekali terjadi, di negara beriklim tropis, seperti Indonesia, terutama saat memasuki musim hujan.

Hal ini karena curah hujan yang tinggi membuat kondisi lingkungan, sangat mendukung bagi nyamuk untuk berkembang biak.

BACA JUGA  Kodim 0701 Banyumas Melantik Dewan SAKA Masa Bakti 2023/2025

Latest articles

Misteri Kematian Seorang Pencari Bakat Industri Mode Asal Prancis

Paris, List Berita | Kasus kematian seorang pencari bakat industri mode asal Prancis, Daniel...

Periksa Jantung ke Luar Negeri, Kepala BGN Nanik Mengundurkan Diri

Jakarta, List Berita | Alasan kesehatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang,...

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Edukasi dan Pemetaan Potensi Desa di Nagari Bomas

Solok Selatan – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang ( KKN UNP...

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Erupsi Tiga Kali

Sleman, List Berita Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, kembali mengalami peningkatan pada Senin, 13 Juli...

More like this