Teheran, List Berita | Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru, setelah Mojtaba Khamenei terpilih menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Keputusan tersebut langsung memicu sorotan internasional dan berpotensi, memperbesar ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penunjukan Mojtaba dilakukan melalui lembaga ulama Iran, yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi negara itu.
Dengan keputusan tersebut, Mojtaba menjadi pemimpin ketiga Iran sejak Iranian Revolution yang melahirkan Republik Islam Iran, Pada Senin, (9/3/2026).
Selama ini Mojtaba dikenal sebagai figur yang berpengaruh di balik layar dalam struktur politik Iran.
Ia juga disebut memiliki hubungan kuat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps yang merupakan kekuatan militer elite negara tersebut.
Namun penunjukan tersebut langsung menuai kritik dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa, Mojtaba Khamenei merupakan pilihan yang “tidak dapat diterima”.
Pernyataan itu, memicu spekulasi mengenai potensi meningkatnya, ketegangan antara Washington dan Teheran.
Sejumlah analis menilai, kepemimpinan Mojtaba dapat memperkeras sikap Iran terhadap tekanan Barat.
Terutama terkait isu keamanan kawasan, konflik regional, serta program militer negara tersebut.
Situasi ini berpotensi, memperuncing dinamika geopolitik di Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir berada dalam kondisi sensitif.
Jika tidak diimbangi dengan jalur diplomasi, hubungan antara Iran dan Amerika Serikat dikhawatirkan dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Hingga saat ini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan, resmi terkait pernyataan dari Washington.
Namun banyak pengamat menilai kepemimpinan Mojtaba Khamenei akan menjadi faktor penting, yang menentukan.
Arah politik dan strategi Iran dalam beberapa tahun ke depan. (***Redaksi-Saidi- Dilansir The Guardian**).


