Iran, List Berita | Ketegangan, geopolitik di kawasan Timur Tengah disebabkan AS salah hitung dalam pernyataannya kepada media.
Pemerintah Iran secara terbuka menuding keterlibatan Amerika Serikat, dalam konflik yang terjadi merupakan akibat dari kesalahan perhitungan serta provokasi yang dilakukan oleh Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baqaei, menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menginginkan perang, namun konflik tersebut dipaksakan oleh pihak luar.
“Kami tidak memilih perang. Konflik ini dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel,” tegas Baqaei dalam wawancara dengan media Mesir.
Diplomasi Dipertanyakan
Baqaei juga menyampaikan kritik keras terhadap sikap Amerika Serikat yang dinilai tidak dapat dipercaya dalam jalur diplomasi.
Tidak ada lagi yang bisa mempercayai diplomasi Amerika. Negosiasi hanya dijadikan alat, untuk memaksakan kehendak atau sebagai pembenaran penggunaan kekerasan,” ujarnya.
Negosiasi Gagal, Konflik Meledak di Timur Tengah
Menurut Baqaei, konflik pecah justru saat Iran tengah menjalani proses negosiasi yang dimediasi oleh Oman.
Upaya tersebut kembali gagal—menjadi kegagalan kedua dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.
Dampak Meluas & Korban Sipil
Iran menyoroti bahwa aksi militer yang terjadi telah:
Menewaskan warga sipil
Menyerang fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.
Memicu ketidakstabilan kawasan dari Teluk Persia hingga Laut Oman.
Ia juga menuding adanya pemanfaatan wilayah negara lain dalam operasi militer, yang berpotensi memperluas konflik.
Ancaman Perpecahan Dunia Islam
Baqaei memperingatkan adanya upaya sistematis untuk memecah belah dunia Islam.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Situasi Internal Iran
Dalam pernyataan terpisah, Baqaei memastikan bahwa pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, berada dalam kondisi sehat meskipun jarang tampil di publik karena situasi perang.
Opini Publik Menolak Negosiasi
Ia menambahkan, saat ini masyarakat Iran belum siap untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, mengingat pengalaman negosiasi sebelumnya yang dinilai berakhir tanpa hasil.
Konflik Bukan Sekadar Perang Biasa
Menurut Iran, konflik yang terjadi saat ini bukan hanya perang konvensional, melainkan menyangkut masa depan dan stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah. (**Sumber Sputnik**).


