Moskow, List Berita | Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, melontarkan sindiran tajam.
Kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, terkait pernyataan Kiev yang siap membantu membuka blokade di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut mencuat setelah Zelenskyy, pada Jumat (3/4/2026), menyampaikan bahwa, tidak ada pihak yang secara resmi meminta bantuan Ukraina untuk membuka jalur strategis tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Ukraina tetap siap memberikan kontribusi apabila dibutuhkan.
Menanggapi hal itu, Maria Zakharova justru mempertanyakan urgensi keterlibatan Ukraina dalam isu yang dinilai berada di luar kepentingan langsung Kiev.
Ia menyindir Zelenskyy agar lebih fokus, menyelesaikan persoalan domestik yang masih membelit negaranya.
“Seolah-olah semua masalah dalam negeri Ukraina sudah selesai,” sindir Zakharova dalam pernyataan resminya.
Zakharova juga menilai, bahwa pernyataan Zelenskyy mencerminkan upaya untuk menunjukkan eksistensi Ukraina dalam isu geopolitik global.
Meskipun situasi internal negara tersebut masih menghadapi, tantangan serius, termasuk konflik berkepanjangan dan kondisi ekonomi yang belum stabil.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur, pelayaran paling vital di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Jalur ini menjadi titik krusial distribusi energi global, terutama minyak dan gas, sehingga setiap potensi gangguan di kawasan tersebut selalu menjadi perhatian internasional.
Sejauh ini, belum ada indikasi konkret terkait adanya blokade aktif di kawasan tersebut yang melibatkan Ukraina secara langsung.
Namun, pernyataan kesiapan dari Kiev dinilai sejumlah pihak sebagai bagian dari strategi diplomasi untuk memperkuat posisi Ukraina di mata dunia internasional.
Di sisi lain, hubungan antara Rusia dan Ukraina masih berada dalam ketegangan tinggi sejak konflik yang berkepanjangan dalam beberapa tahun terakhir.
Setiap pernyataan dari kedua pihak kerap memicu respons keras, yang mencerminkan rivalitas geopolitik yang belum mereda.
Hingga kini, belum ada tanggapan lanjutan dari pihak Ukraina atas sindiran yang dilontarkan Zakharova tersebut. (Dilansir Sputnik).


