Lapak CPO di Tapan Disinyalir Jadi Tempat Pesta Miras

Published on

PESISIR SELATAN, LIST BERITA | Aktivitas lapak penampungan CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah di wilayah Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan masyarakat.

Sejumlah pihak menilai keberadaan lapak tersebut, telah menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Perhatian publik terhadap aktivitas tersebut muncul setelah adanya dugaan, bahwa beberapa lapak CPO yang beroperasi di wilayah Nagari Riak Danau Tapan, dan Nagari Ampang Tulak Tapan diduga tidak memiliki legalitas yang jelas.

Selain dugaan persoalan legalitas, lapak tersebut juga disinyalir menimbulkan dampak sosial di tengah masyarakat sekitar.

Beberapa warga disebut mulai menyampaikan kekhawatiran, terkait aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa lapak CPO itu berada, di sekitar jalur utama atau pinggir jalan raya yang cukup ramai dilalui masyarakat.

Keberadaan lokasi tersebut juga disebut tidak jauh, dari lingkungan pemukiman warga dan area rumah ibadah, sehingga memunculkan perhatian dari sejumlah pihak.

Bahkan, beredar dugaan bahwa lokasi lapak CPO tersebut disinyalir kerap dijadikan tempat berkumpul untuk kegiatan pesta minuman keras atau miras.

BACA JUGA  Sejumlah Kalangan: Meminta Presiden Prabowo Mengangkat Staf Baru

Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut dan verifikasi dari pihak berwenang terkait kebenarannya.

Di sisi lain, persoalan ini semakin menjadi perhatian setelah adanya pengakuan dari seorang wartawan yang mengaku mengalami intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik.

Wartawan tersebut mengaku sedang melakukan misi investigasi, untuk mengumpulkan informasi dan data terkait aktivitas lapak CPO yang berada di wilayah Tapan.

<

Namun saat proses peliputan berlangsung, ia mengaku mendapat larangan untuk mengambil informasi di lapangan dari pihak yang diduga menjadi beking aktivitas tersebut.

Menurut pengakuannya, dirinya juga menerima tekanan yang berkaitan dengan rencana publikasi berita mengenai lapak CPO tersebut.

“Pesan melalui aplikasi WhatsApp ini saya buat setelah saya mengalami intimidasi, terkait rencana publikasi berita mengenai lapak CPO ini,” ungkap sumber tersebut dalam keterangannya, Minggu (25/5/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat guna menindaklanjuti, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.

BACA JUGA  Wartawan LSM Pertanyakan! Kegiatan Camat B.A.B dan BPP Tapan Sembunyi

Harapan tersebut ditujukan kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dan Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni, agar segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan lapak CPO yang dipersoalkan warga.

Menurutnya, apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku, pemerintah diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola lapak CPO maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.

Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait ,guna memperoleh informasi yang berimbang.

Redaksi Satu.id akan terus mengikuti perkembangan informasi ini, dan menyajikan fakta lanjutan setelah proses konfirmasi dilakukan.

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this