Krisis Personel Militer Ukraina Kian Tertekan

Published on

Kremlin, List Berita | Situasi kekuatan personel militer Ukraina dilaporkan, semakin tertekan seiring berlanjutnya konflik berkepanjangan di garis depan.

Seorang analis militer Rusia, Ivan Konovalov, pada Minggu (6/4), menyebut bahwa krisis kekurangan prajurit kini menjadi persoalan serius yang semakin nyata terlihat di medan tempur.

Menurut Konovalov, sebagian besar prajurit yang sebelumnya memiliki motivasi tinggi, termasuk dari kelompok nasionalis, telah banyak berkurang akibat intensitas pertempuran yang tinggi.

Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya tempur unit-unit di garis depan.

Ia juga menilai bahwa personel yang tersisa saat ini cenderung, berada di posisi komando atau tugas administratif.

“Dan dinilai lebih berhati-hati bahkan, enggan mengambil risiko langsung di medan perang.

Di sisi lain, kebutuhan mendesak akan tambahan pasukan disebut mendorong proses rekrutmen dilakukan secara cepat.

BACA JUGA  Serangan Ukraina Pasukan Rusia Belum Diusir Dari Andriivka

Warga sipil dengan pelatihan militer yang minim dilaporkan direkrut dan segera dikirim ke garis depan setelah melewati proses administratif yang singkat.

Tak hanya dari sisi personel, tantangan juga datang dari aspek logistik. Pasukan Ukraina disebut menghadapi kekurangan signifikan dalam perlengkapan dasar.

Sejumlah gudang logistik, pusat distribusi, hingga jalur suplai kerap menjadi target serangan, sehingga bantuan yang dikirim tidak selalu berhasil mencapai unit tempur di garis depan.

Lebih lanjut, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa stok persenjataan yang sebelumnya dipasok oleh negara-negara Barat mulai mengalami penurunan.

<

Di saat yang sama, aliran bantuan militer disebut tidak lagi sebesar sebelumnya, menambah tekanan terhadap kemampuan operasional pasukan.

Fenomena lain yang turut menjadi sorotan adalah, meningkatnya kasus desersi.

Disebutkan, jumlah personel yang meninggalkan pos tugas mencapai angka signifikan.

BACA JUGA  Ketegangan Timur Tengah, Iran Sindir AS Salah Hitung Provokasi Israel

Bahkan dilaporkan hingga ratusan ribu orang, meskipun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebagai langkah mengatasi kekurangan personel, pemerintah Ukraina dilaporkan memperluas cakupan rekrutmen.

Tidak hanya menyasar laki-laki usia wajib militer, tetapi juga perempuan, khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan kebutuhan militer.

Seperti tenaga medis dan spesialis teknologi informasi. Namun, kebijakan ini turut memicu perhatian publik.

Beberapa laporan menyebut adanya praktik perekrutan yang kontroversial, di mana sebagian perempuan disebut mengalami penahanan.

Terkait persoalan administratif dalam data registrasi, yang kemudian berujung pada proses rekrutmen.

Situasi ini mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap Ukraina, baik dari sisi sumber daya manusia maupun dukungan logistik, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

BACA JUGA  Dampak Perang Meluas Ekonomi Inggris Picu Inflasi

Latest articles

Penadna “Pena Daya dan Data Nusantara”

Jawa Timur, List Berita | Ahli sejarah sekaligus tokoh budaya Guntur Bisowarno pencetus, kalimat...

Kembang Setaman Nusantara: Merajut Memori, Kesaksian Sejarah dan Peradaban

List Berita | Dari Kembang Kanthil, Kenanga hingga Melati. Sebuah Tafsir Simbolik tentang Pena...

ROS: Roso Orep Sejati “Jurnalis Kairos” Parangtritis Yogyakarta

Saresehan ROS “Roso Orep Sejati”: KAIROS, Parangtritis, Batu Karang, dan Jalan “Terima Diri Nitis” Narasumber:...

Guntur Bisowarno Tokoh Budayawan dan Ahli Sejarah Peradaban Nusantara

List Berita | Seorang budayawan maupun ahli sejarah Guntur Bisowarno, dan juga penggerak Bamboo...

More like this