Teheran, List Berita | Pemerintah Iran menuduh Israel melakukan, kejahatan lingkungan atau ecocide setelah serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa serangan tersebut melanggar hukum internasional.
Dan harus mendapat hukuman tegas. Dalam pernyataannya di media sosial pada 16 Maret 2026,
Araghchi menyebut pemboman terhadap depot bahan bakar di ibu kota Iran itu, berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan jangka panjang.
Menurutnya, kebakaran besar yang terjadi akibat serangan dapat mencemari tanah, air tanah, serta kualitas udara di wilayah sekitar.
Dan berisiko membahayakan kesehatan, masyarakat hingga beberapa generasi ke depan.
“Serangan ini melanggar hukum internasional dan merupakan, bentuk ecocide yang dapat meninggalkan kerusakan lingkungan permanen,” tulis Araghchi.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, telah mengajukan pengaduan resmi kepada PBB terkait insiden tersebut.
Iravani menyatakan serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar telah memicu, pencemaran udara beracun.
Serta berpotensi menimbulkan hujan asam yang dapat, meningkatkan risiko kesehatan bagi warga sipil.
Ketegangan antara Iran dan Israel sendiri terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Serangkaian serangan terhadap infrastruktur strategis di kawasan Timur Tengah memicu, kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik di wilayah tersebut.


