List Berita | Tiga kapal dihantam oleh proyektil tak dikenal, diantaranya kapal angkatan laut dari Thailand, (12/3/2026).
Kapal dari Thailand tersebut, meledak pada saat melintas di Selat Hormuz tempat strategis yang berbatasan dengan Iran.
Dua kapal mengalami kerusakan, sementara kapal lainnya, yang diidentifikasi oleh angkatan laut Thailand.
Sebagai kapal pengangkut barang curah Thailand, terbakar, memaksa awak kapal untuk mengungsi.
Badan Energi Internasional (IEA) telah memerintahkan pelepasan cadangan, minyak pemerintah terbesar dalam sejarahnya.
Sebagai upaya untuk meredakan guncangan harga minyak, yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran.
Seluruh 32 anggota badan pengawas energi dunia sepakat, dengan suara bulat untuk melepaskan sekitar 400 juta barel minyak mentah darurat.
Sepertiga dari total cadangan pemerintah kelompok tersebut, dan lebih dari dua kali lipat pelepasan terbesar IEA sebelumnya, kata IEA.
Militer Iran mengatakan, pada media bahwa kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel , atau sekutu mereka yang melewati Selat Hormuz yang strategis dapat menjadi sasaran, Pada Rabu, (11/3/2026).
“Kapal mana pun yang muatan minyaknya atau kapal itu sendiri milik Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka.
Yang bermusuhan akan dianggap sebagai sasaran yang sah,” kata komando operasional pusat militer, Khatam Al-Anbiya, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi Irna pemerintah.(Dilansir dari Reuters).


