Dubai, List Berita | Negara-negara di kawasan Teluk Persia kini, berpacu dengan waktu menghadapi potensi gelombang serangan drone dan rudal dari Iran.
Meski selama ini mampu menahan sebagian besar serangan berkat, sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat.
Kekhawatiran besar mulai muncul terkait menipisnya, stok rudal pencegat, Dubai, Selasa (3/3/2026).
Sumber keamanan regional menyebutkan, persediaan amunisi pertahanan udara di beberapa negara Teluk.
Kini hanya cukup untuk beberapa hari jika, serangan dalam intensitas tinggi terus berlanjut.
Kondisi ini berpotensi membuka celah, serius dalam sistem pertahanan kawasan.
Sistem seperti Patriot dan THAAD yang selama ini menjadi andalan, sangat bergantung pada pasokan rudal pencegat yang mahal dan terbatas.
Dalam situasi perang berkepanjangan, kemampuan untuk terus melakukan intersepsi menjadi tantangan utama.
Di sisi lain, Iran dinilai memiliki keunggulan dalam jumlah dan variasi persenjataan.
Termasuk drone murah yang dapat diluncurkan secara massal, untuk menguras sistem pertahanan lawan.
Para analis memperingatkan bahwa, jika stok rudal pencegat benar-benar habis, maka infrastruktur vital seperti kilang minyak, pelabuhan, dan fasilitas energi di kawasan Teluk bisa menjadi target empuk.
Situasi ini meningkatkan urgensi bagi negara-negara Teluk, untuk segera menambah pasokan pertahanan.
Untuk memperkuat kerja sama militer, serta mencari strategi alternatif menghadapi ancaman serangan berkelanjutan.


