spot_img

Gerakan Rakyat Resmi Menjadi Partai, Harapan Baru Demokrasi Indonesia

Published on

Jakarta | Listberita.id – Wajah-wajah serius, bisik-bisik penuh spekulasi, hingga tatapan penuh ekspektasi menggambarkan bahwa forum  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Rakyat. I Tahun 2026 ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ketegangan bercampur harap menyelimuti Ballroom Hotel Arya Duta Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026. Sejak pagi, ribuan pengurus Gerakan Rakyat dari seluruh penjuru Indonesia memadati lokasi pelaksanaan.
Gerakan
Logo Partai Gerakan Rakyat

Sejak sesi pembukaan, atmosfer Rakernas Gerakan Rakyat ini terasa berbeda. Tepuk tangan tak sekadar menjadi formalitas, melainkan bentuk penegasan sikap politik kolektif. Di setiap sudut ruangan, terlihat pengurus daerah saling berdiskusi serius—membicarakan masa depan organisasi, arah perjuangan, dan kegelisahan yang sama tentang kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Rakernas ini seolah menjadi ruang pelepasan akumulasi keresahan daerah yang selama ini hanya bergema di tingkat lokal.

Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika satu per satu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi menyuarakan tuntutan yang sama: Gerakan Rakyat harus melangkah lebih jauh—bertransformasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik. Suara-suara itu menggema dari barisan peserta, menandai dorongan kuat akar rumput yang ingin terlibat langsung dalam arena demokrasi elektoral, bukan lagi sekadar menjadi penonton dalam proses politik nasional.

Gerakan
Ketua & Sekretaris DPW . Partai Gerakan Rakyat Sumbar

Detik-detik penentuan pun tiba. Saat Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan, menyampaikan pernyataan resmi bahwa Gerakan Rakyat dinyatakan sebagai partai politik, suasana ruangan seketika meledak. Pekik histeris menggema, menembus dinding ballroom. Tangis haru, teriakan kegembiraan, pelukan erat, hingga saling berjabat tangan terjadi hampir serempak. Emosi yang meledak-ledak itu seolah menjadi katarsis dari perjalanan panjang perjuangan organisasi yang kini memasuki babak baru—babak yang lebih terbuka, lebih menantang, sekaligus sarat harapan.

BACA JUGA  Satpol PP dan WH Kota Langsa Rutin Lakukan Razia di Bulan Puasa 1444H

Rakernas perdana ini mengusung tema “Keadilan Ekologis: Kembalikan Hutan Indonesia.” Tema tersebut menegaskan bahwa kelahiran partai ini tidak dilepaskan dari persoalan konkret yang dihadapi rakyat. Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat, Rita Widyawati, SH, menilai isu keadilan ekologis memiliki keterkaitan langsung dengan krisis hukum dan demokrasi, khususnya di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang berulang kali dilanda bencana ekologis akibat kerusakan lingkungan.

“Ini bukan slogan kosong. Ini refleksi dari kenyataan hidup masyarakat Indonesia yang sangat bergantung pada kelestarian alam. Ketika hutan rusak, hukum absen, dan demokrasi tumpul, rakyatlah yang pertama kali menanggung akibatnya,” ujar Rita di sela-sela Rakernas, disambut anggukan setuju dari peserta.

Secara visual, suasana ruang rapat kian mempertegas momentum politik yang tengah lahir. Di dinding bagian atas ruangan terpampang poster besar bergambar Anies Rasyid Baswedan, Tom Lembong, serta sosok Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menjadi latar simbolik arah dan harapan baru organisasi. Antusiasme peserta bahkan melampaui kapasitas ruangan. Ballroom Hotel Arya Duta tak mampu menampung seluruh pengurus yang hadir, sehingga panitia menyiapkan area tambahan di lobi hotel lengkap dengan kursi dan layar monitor agar peserta tetap dapat mengikuti jalannya Rakernas.

Rakernas ini tak hanya menjadi forum konsolidasi struktural, tetapi juga ruang kolektif untuk menegaskan identitas politik Gerakan Rakyat sebagai gerakan yang lahir dari bawah. Banyak peserta datang dengan membawa mandat moral dari daerah—keluhan tentang hukum yang tajam ke bawah, demokrasi yang kerap menjauh dari rakyat, serta ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak pada keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

gerakan
Hamidun Majid, SH, MH foto bersama Ketua DPP erakan Rakyat .

Salah seorang peserta dari DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat, Hamidun Majid, SH, MH, menyampaikan kesannya bahwa inilah partai yang benar-benar tumbuh dari akar rumput rakyat Indonesia. Majid mengaku, sebelumnya ia kurang tertarik terjun ke dunia politik praktis melalui partai. Namun kali ini, pengacara muda berusia 30 tahun itu menaruh harapan besar kepada Partai Gerakan Rakyat sebagai instrumen perbaikan sistem dan praktik demokrasi, hukum, serta ekonomi nasional.

BACA JUGA  Mahkamah Agung: Menempuh Jalan Panjang Korban KSP Indosurya

Ketertarikan tersebut, menurut Majid, juga muncul karena ia melihat partai ini memberi ruang yang luas bagi generasi muda. Hal itu tercermin dari komposisi pengurus DPP yang banyak diisi figur-figur muda dengan latar belakang aktivisme, profesional, dan gerakan sosial.

Usai acara, para peserta Rakernas tampak meninggalkan Hotel Arya Duta dengan wajah-wajah cerah dan langkah yang ringan. Optimisme terpancar jelas. Dari Jakarta, mereka kembali ke daerah masing-masing dengan satu keyakinan baru: bahwa Gerakan Rakyat telah memasuki fase perjuangan yang lebih menentukan, dan bahwa perubahan sistem demokrasi dan hukum di Indonesia bukan lagi sekadar wacana, melainkan cita-cita yang siap diperjuangkan secara nyata di panggung politik nasional. ( Edi Anwar )

<

 

Latest articles

MBG Kabupaten Bogor Targetkan 290 Dapur Tahun 2026

List Berita - Bogor, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten...

PT. Aneka Tambang Pongkor Tepis Isu dan Ungkap Peristiwa Kepulan Asap

Bogor, List Berita - PT. Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor Kabupaten Bogor, Jawa Barat...

Banjir Lumpuhkan Kota Jakarta

List Berita - Akibat di guyur hujan berkepanjangan seluruh wilayah DKI Jakarta banjir, Pada...

Luka Tak Berdarah: Single Paling Gelap Sigit Wardana Tentang Kehilangan yang Tak Terlihat

ListBerita | Sigit Wardana kembali merilis karya solo. Single terbaru berjudul “Luka Tak Berdarah”...

More like this