Padang |Listberita. id – Begitu Anies Baswedan kunjungi kota Padang, Angin perubahan berembus kencang dari Ranah Minang. Sabtu (1/11/2025), di The Axana Hotel Padang. Ratusan kader dan simpatisan memenuhi ruangan berbalut semangat baru: melantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sumatera Barat.
Bukan sekadar seremoni pelantikan pengurus, momentum itu menjadi titik tolak penguatan struktur ormas yang kini menjelma sebagai wadah kesadaran politik publik. Acara dirangkai dengan Dialog Kebangsaan yang disampaikan Anies Baswedan. Dialog Kebangsaan “Vox Populi Suara Rakyat” bertema “Rakyat sebagai Kekuatan Inti Perubahan”, dipandu moderator Nof Erika, S.Hi.

Suasana ruangan berubah khidmat ketika Anies mengambil mikrofon. Dengan nada tenang tapi tegas, ia menegaskan hakikat perjuangan ormas rakyat.
“Gerakan ini bukan tempat mencari keuntungan, gerakan ini tempat menguntungkan bagi rakyat,” ujarnya disambut anggukan kepala dan tepuk tangan panjang para hadirin.
Anies juga mengingatkan pentingnya disiplin moral dan organisasi. Ia menekankan bahwa ormas harus berani menertibkan diri sendiri agar tetap bersih dan kredibel.

“Kalau ada yang melanggar, maka gerakan ini sendiri harus menertibkan. Dengan begitu, koreksi dari luar dan perbaikan dari dalam berjalan bersamaan,” tambahnya.
Pidato Anies menggugah banyak hati. Sejumlah peserta mengaku terinspirasi oleh keteguhan dan gaya kepemimpinan yang menempatkan rakyat sebagai poros utama. “Sumbar selalu punya sejarah panjang melahirkan pejuang bangsa. Kami percaya Pak Anies bisa membuka jalan menuju kemerdekaan yang sesungguhnya—Indonesia yang demokratis dan berkeadilan,” ujar salah satu peserta dialog.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini telah memiliki jangkauan nasional dengan kepengurusan di 38 provinsi dan 475 kabupaten/kota. Fokus utamanya bukan politik praktis, melainkan pendidikan politik rakyat.
“Orientasi kami adalah membangun kesadaran politik masyarakat. Karena itu, kegiatan kami diarahkan untuk pemberdayaan publik dan pendidikan politik,” jelas Sahrin.
Sementara itu, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sumbar Rita Widyawati, S.H. menegaskan komitmennya untuk memperkuat basis organisasi hingga ke akar rumput.
“Kami telah membentuk 23 departemen sesuai kebutuhan masyarakat—mulai dari pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan. Semua bergerak untuk menjawab kebutuhan nyata rakyat Sumbar,” kata Rita.

Rita menilai penguatan struktur daerah adalah fondasi agar program pemberdayaan dapat berlanjut secara berkesinambungan. “Kami ingin memastikan Gerakan Rakyat hadir di setiap lini kehidupan masyarakat, dari nagari sampai kota,” ujarnya.
Gelombang dukungan masyarakat Sumatera Barat terhadap kehadiran Gerakan Rakyat dan sosok Anies Baswedan pun semakin terasa. Banyak yang melihat figur Anies sebagai penerus semangat pembaruan—membawa bangsa ini menuju “pintu gerbang kemerdekaan yang sesungguhnya”: sebuah Indonesia yang adil, beradab, dan demokratis.
Dan siang itu, dari Padang, gema tekad itu terdengar jelas: Gerakan Rakyat tak sekadar membangun struktur, tetapi juga menyalakan kembali kesadaran rakyat—bahwa kekuatan sejati perubahan selalu datang dari bawah. ( Edi.A )


