Jakarta, List Berita | KPK Bidik Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, dugaan dalam kasus korupsi Bansos Beras PKH 2020.
Makin melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera, menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan.
Terhadap Komisari Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.
Langkah ini menandai babak
lanjutan dalam pengusutan, dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras kepada keluarga penerima manfaat.
Dalam Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2020. Pemeriksaan terhadap Bambang menjadi sorotan publik, Mengingat posisinya sebagai tokoh penting.
Di dunia usaha sekaligus kakak dari, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.
Keterkaitan nama besar ini dinilai berpotensi memperluas dimensi kasus, baik dari sisi jaringan bisnis maupun dugaan aliran dana.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemanggilan tersebut hanya tinggal menunggu penjadwalan oleh penyidik.
“Pemanggilan untuk permintaan keterangan atau pemeriksaan terhadap, tersangka saudara BRT tentu akan dijadwalkan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (25/02/2026).
Kasus Lama, Dampak Besar
Kasus dugaan korupsi bansos beras ini sebenarnya bukan perkara baru.
Dugaan penyimpangan mencuat setelah KPK mengungkap, indikasi korupsi.
Dalam distribusi bantuan beras kepada keluarga, penerima manfaat PKH pada Agustus 2025.
Program yang seharusnya menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin, justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Sejumlah persoalan mendasar dalam kasus ini meliputi:
Pengadaan dan distribusi beras yang tidak transparan
Dugaan mark-up atau penggelembungan harga
Kualitas bantuan yang tidak sesuai standar
Potensi pengurangan volume bantuan yang diterima masyarakat
Jika terbukti, praktik tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung.
Pada masyarakat rentan yang bergantung pada bantuan tersebut, untuk kebutuhan dasar.
Jejak Korporasi dan Aliran Dana
Keterlibatan PT Dosni Roha Logistik dalam perkara ini, membuka dugaan adanya peran korporasi dalam rantai distribusi bansos.
Penyidik KPK kini diduga tengah menelusuri:
Skema kerja sama distribusi
Penunjukan vendor atau pihak ketiga
Dugaan konflik kepentingan
Aliran dana, yang berpotensi mengarah ke pihak-pihak tertentu
Masuknya nama Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo sebagai pihak, yang akan diperiksa.
Memperkuat indikasi bahwa, kasus ini tidak berhenti pada pelaksana teknis di lapangan.
Melainkan bisa menyentuh level pengambil kebijakan, dan pengendali korporasi.
Sorotan Publik dan Ujian Kredibilitas KPK
Kasus bansos kembali menjadi perhatian publik, karena menyangkut integritas program bantuan sosial pemerintah.
Masyarakat menilai pengusutan perkara ini sebagai ujian serius, bagi KPK.
Dalam menindak tegas praktik korupsi yang, menyasar sektor bantuan sosial.
Apalagi, bansos merupakan sektor yang sangat sensitif, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat miskin.
Setiap penyimpangan di sektor ini dinilai memiliki dampak sosial, yang jauh lebih besar dibandingkan kasus korupsi pada sektor lain.
KPK Didorong Usut Tuntas
Sejumlah kalangan mendesak KPK untuk:
Mengungkap seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu
Menelusuri aliran dana hingga ke aktor utama
Membuka secara transparan perkembangan penyidikan kepada publik
Langkah pemanggilan terhadap Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo dinilai, menjadi pintu masuk penting untuk membongkar lebih dalam konstruksi perkara ini.
Dengan perkembangan terbaru ini, publik kini menanti langkah konkret KPK berikutnya:
Apakah kasus ini akan berhenti pada level tertentu, atau justru mengarah pada pengungkapan jaringan.
Yang lebih besar di balik dugaan korupsi bansos beras PKH 2020. (**Dilansir Bloomberg**).


