Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

Published on

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan Oak Lawang Hotel.

Di balik keindahan kelopak dan aromanya, Mawar dimaknai bukan sekadar tanaman penghias, melainkan sebagai simbol yang membawa pesan tentang kehidupan, pengalaman, dan hubungan manusia dengan alam.

Di lingkungan Oak Lawang Hotel, Mawar menjadi bagian dari sebuah gagasan yang disebut Oaksperience. Konsep tersebut menempatkan pengalaman sebagai ruang untuk mempertemukan manusia dengan alam, informasi, rasa, serta pemaknaan terhadap kehidupan.

Ki Guntur Bisowarno, Ambassador Oak Lawang Hotel, menyampaikan bahwa Mawar memiliki esensi filosofis yang berkaitan dengan transformasi energi informasi.

Menurut Ki Guntur Bisowarno, Mawar dapat menjadi lambang transformasi energi informasi yang mengarah pada nilai Cinta, Kasih, Sayang, dan Sejati. Nilai tersebut kemudian dipertemukan dengan tiga dimensi, yakni Alamiah, Ilahiah, dan Ilmiah.

“Mawar bukan hanya tentang keindahan bunga. Di dalamnya terdapat proses kehidupan yang dapat menjadi simbol transformasi energi informasi menuju Cinta Kasih Sayang Sejati, Alamiah Ilahiah Ilmiah,” ujar Ki Guntur Bisowarno kepada Jurnalis Saidi Hartono.

Pemaknaan tersebut berangkat dari keberadaan Mawar sebagai bagian dari alam. Bunga tumbuh melalui proses yang tidak instan, mulai dari benih, pertumbuhan, pembentukan kuncup, hingga akhirnya berkembang menjadi bunga.

BACA JUGA  Pernyataan Amien Rais Diduga Sesat Beredar di Medsos Singgung Prabowo

Proses tersebut dapat dibaca sebagai gambaran transformasi. Sesuatu yang pada awalnya belum terlihat secara utuh kemudian berkembang menjadi bentuk yang dapat dinikmati dan memberikan pengalaman bagi manusia.

Bagi Ki Guntur, proses tersebut menjadi salah satu pintu untuk melihat bahwa alam sesungguhnya menyimpan informasi kehidupan.

Tanah, air, cahaya matahari, udara, akar, batang, daun, hingga bunga merupakan bagian yang saling berhubungan dalam proses pertumbuhan tanaman.

Dari hubungan tersebut muncul sebuah pesan bahwa kehidupan tidak berdiri sendiri. Ada keterhubungan antara manusia, tumbuhan, lingkungan, dan berbagai unsur alam yang menopang keberlangsungan kehidupan.

<

Dalam konsep Oaksperience, keterhubungan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi pengalaman. Pengunjung tidak hanya datang untuk menginap, tetapi juga dapat menikmati suasana alam dan menemukan berbagai makna dari lingkungan yang ada.

Mawar menjadi salah satu simbol yang mudah dikenali dalam pengalaman tersebut. Keindahannya menghadirkan kesan visual, sementara proses kehidupannya membuka ruang untuk memahami alam secara lebih mendalam.

Ki Guntur menjelaskan bahwa kata Cinta dalam gagasan tersebut dapat dipahami sebagai penghargaan terhadap kehidupan. Manusia mencintai kehidupan dengan mengenali, menikmati, sekaligus menjaga lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupannya.

BACA JUGA  Pagelaran Wayang Kulit di Oak Lawang Hotel ada Peristiwa Sejarah

Sementara Kasih dan Sayang menggambarkan kepedulian. Tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap tumbuhan, hewan, air, tanah, dan seluruh lingkungan kehidupan.

Adapun Sejati menjadi penegasan mengenai ketulusan. Hubungan manusia dengan alam tidak hanya berhenti pada pemanfaatan, tetapi juga membutuhkan kesadaran untuk menjaga keberlangsungannya.

Di sinilah Mawar menjadi menarik. Bunga tersebut dapat dinikmati karena keindahannya, tetapi pada saat yang sama mengingatkan bahwa keindahan membutuhkan proses kehidupan dan lingkungan yang mendukung.

Dimensi Alamiah terlihat dari proses pertumbuhan Mawar yang mengikuti mekanisme alam. Tanaman membutuhkan unsur-unsur lingkungan untuk dapat hidup, tumbuh, dan berkembang.

Dimensi Ilmiah dapat dilihat melalui berbagai proses biologis yang berlangsung pada tanaman. Pertumbuhan, fotosintesis, penyerapan air, pertukaran gas, hingga reproduksi merupakan proses kehidupan yang dapat dipelajari secara ilmiah.

Sementara dimensi Ilahiah, dalam gagasan Ki Guntur, menjadi ruang refleksi manusia terhadap keberadaan kehidupan dan keteraturan alam yang lebih luas.

Ketiga dimensi tersebut kemudian dipertemukan dalam Oaksperience sebagai sebuah cara memandang pengalaman secara lebih utuh.

BACA JUGA  KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka di Jajaran Kemenaker

Artinya, alam tidak hanya dilihat melalui mata. Alam juga dapat dirasakan, dipelajari, direnungkan, dan kemudian diterjemahkan menjadi pengetahuan serta kesadaran.

Oak Lawang Hotel memiliki lingkungan yang mendukung pengalaman tersebut. Pepohonan, tanaman, udara kawasan Lawang, serta aktivitas burung di sekitar hotel menjadi bagian dari suasana yang dapat dinikmati pengunjung.

Kehadiran burung yang bergerak dan berkicau di sekitar kawasan juga menjadi bagian dari kehidupan alami yang dapat diamati secara langsung.

Bagi Ki Guntur, berbagai unsur tersebut dapat menjadi bagian dari sebuah pengalaman yang hidup. Hotel bukan hanya bangunan tempat seseorang beristirahat, tetapi dapat menjadi ruang perjumpaan antara manusia dengan lingkungan.

Oaksperience kemudian menjadi gagasan yang menghubungkan pengalaman menginap dengan pengalaman mengenal alam.

Dalam konteks tersebut, Mawar memiliki posisi simbolis yang kuat. Kelopak yang mekar dapat dimaknai sebagai gambaran terbukanya pengalaman dan informasi baru.

Dari sebuah bunga, manusia dapat bergerak menuju pertanyaan yang lebih luas: bagaimana kehidupan tumbuh, bagaimana alam bekerja, dan bagaimana manusia menempatkan dirinya di tengah ekosistem kehidupan.

BACA JUGA  Wartawan Kritik Kejaksaan Negeri Rohul Dalam Pembukaan Coffee Morning

Ki Guntur Bisowarno melihat gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang tidak berhenti pada kenyamanan, tetapi juga memiliki nilai reflektif.

“Mawar mengajarkan bahwa keindahan adalah hasil dari sebuah proses. Dari proses itulah manusia dapat membaca informasi kehidupan dan menemukan makna Cinta Kasih Sayang Sejati,” tutur Ki Guntur.

Dengan demikian, Mawar di Oak Lawang Hotel bukan sekadar ikon visual. Ia menjadi simbol yang membawa narasi tentang transformasi, kehidupan, pengalaman, dan hubungan manusia dengan alam.

Melalui Oaksperience, Oak Lawang Hotel menghadirkan sebuah pendekatan yang memadukan keindahan lingkungan dengan pengalaman manusia. Mawar menjadi salah satu titik awal untuk membaca perjalanan tersebut.

Pada akhirnya, esensi Mawar adalah tentang bagaimana sesuatu yang sederhana dapat membuka ruang pemaknaan yang luas. Dari bunga menuju alam, dari alam menuju informasi, dari informasi menuju pengalaman, dan dari pengalaman menuju kesadaran.

Ki Guntur Bisowarno menempatkan Mawar sebagai salah satu simbol Oaksperience—sebuah perjalanan memahami Cinta Kasih Sayang Sejati melalui tiga dimensi: Alamiah, Ilahiah, dan Ilmiah. Di Oak Lawang Hotel, Mawar pun menjadi bagian dari cerita tentang manusia, alam, dan transformasi pengalaman menjadi sebuah pengetahuan kehidupan.

Latest articles

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

Pohon Gayam Pertanda Terbitnya Peradaban Ayam Nusantara

Pasuruan, List Berita | Bamboo Spirit Nusantara melalui Guntur Bisowarno kembali mengangkat Pohon Gayam...

Relawan TPAS Galuga, Mendapat Bantuan dari DPRD Kota Bogor

Bogor, List Berita | Paskah munculnya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga,...

More like this