Saat Mudik Lebaran Terjebak Kepadatan

Published on

List Berita | Momentum Lebaran kembali menjadi periode, dengan mobilitas masyarakat tertinggi di Indonesia. 

Jutaan orang diperkirakan melakukan perjalanan, ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sehingga lonjakan arus kendaraan, di berbagai jalur utama nyaris tak terhindarkan.

Kondisi ini membuat pemerintah kembali, memetakan waktu-waktu krusial selama musim mudik.

Informasi mengenai puncak arus mudik dan arus balik menjadi, perhatian penting, karena dapat membantu masyarakat.

Menentukan jadwal perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terhindar dari kepadatan ekstrem.

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, atau H-3 Idulfitri.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, pada periode tersebut. Pergerakan kendaraan diperkirakan meningkat signifikan.

BACA JUGA  Die Hard' Prabowo Gibran Menang Satu Putaran, Ini Kata KAI

Terutama dari wilayah Jakarta, menuju berbagai daerah tujuan mudik.

Berdasarkan proyeksi Kemenhub, arus keluar Jakarta selama masa angkutan Lebaran diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan.

<

Adapun pada puncak arus mudik 18 Maret 2026, volume kendaraan yang keluar dari Jakarta diproyeksikan menyentuh sekitar 259 ribu kendaraan.

Kementerian Perhubungan Merinci

Tak hanya arus mudik, pemerintah juga memproyeksikan kepadatan tinggi saat arus balik.

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Senin, 24 Maret 2026, dengan volume kendaraan masuk Jakarta mencapai sekitar 285 ribu unit.

Prediksi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan, berbagai strategi pengendalian lalu lintas dan penguraian kepadatan di jalur-jalur utama.

Menhub menegaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menekan potensi kemacetan selama musim mudik.

Salah satu upaya yang didorong adalah skema work, from anywhere atau WFA.

BACA JUGA  Konten Indonesia Hiasi Foto Vladimir Putin Menjadi Fenomena

Agar keberangkatan masyarakat tidak menumpuk dalam, satu waktu yang sama.

Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini, memantau kondisi cuaca.

Memilih jalur yang aman, serta terus mengikuti informasi resmi terkait rekayasa lalu lintas.

Dengan persiapan yang matang, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lebih lancar dan selamat hingga sampai ke kampung halaman.

Latest articles

1000 Pawiyatan, SALAM NUSANTARA: Penghayatan Menuju Roso Orep Sejati

MALANG–PASURUAN, List Berita | Mengejawantahkan Salam Nusantara, dalam pertemuan tiga perjalanan penghayatan kebudayaan. "Yang...

Penadna “Pena Daya dan Data Nusantara”

Jawa Timur, List Berita | Ahli sejarah sekaligus tokoh budaya Guntur Bisowarno pencetus, kalimat...

Kembang Setaman Nusantara: Merajut Memori, Kesaksian Sejarah dan Peradaban

List Berita | Dari Kembang Kanthil, Kenanga hingga Melati. Sebuah Tafsir Simbolik tentang Pena...

ROS: Roso Orep Sejati “Jurnalis Kairos” Parangtritis Yogyakarta

Saresehan ROS “Roso Orep Sejati”: KAIROS, Parangtritis, Batu Karang, dan Jalan “Terima Diri Nitis” Narasumber:...

More like this