KPK dan DPRD Kota Bogor, Sepakati Pencegahan Korupsi

Published on

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan sosialisasi dan supervisi, pencegahan korupsi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Selasa (13/11/2024).

Kegiatan yang digelar di ruang sidang Paripurna DPRD Kota Bogor ini dihadiri oleh, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Wakil Ketua I M. Rusli Prihatevy, Wakil Ketua II, Zenal Abidin dan Wakil Ketua III Dadang Iskandar Danubrata beserta seluruh anggota DPRD Kota Bogor.

Dalam kegiatan ini, Brigjen Pol Bahtiar Ujang Purnama selaku Direktur Kasup Wilayah II bersama Direktur Korsup Wilayah II, Arief Nurcahyo menjabarkan.

KPK
KPK dan DPRD kota Bogor.foto.doc.
BACA JUGA  Relawan TPAS Galuga, Mendapat Bantuan dari DPRD Kota Bogor

Program pencegahan korupsi berupa penjelasan titik rawan korupsi, Monitoring Center for Prevention (MCP) dan kegiatan tematik, pimpinan dan beberapa anggota DPRD juga menanyakan terkait langkah untuk pencegahan korupsi.

Ujang berharap dari kegiatan ini DPRD Kota Bogor mampu mewujudkan, pokok pikiran (Pokir) DPRD yang akuntabel dan bebas dari korupsi.

“Kami fokus melakukan perbaikan tata kelola, dengan mitra strategis kami. Ini merupakan bagian dari pencegahan yang saat ini menjadi tujuan baru, dari keberadaan KPK sebagai lembaga pencegahan juga,” kata Ujang.

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Kota Bogor Usulkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengapresiasi langkah dari KPK, yang memilih DPRD Kota Bogor sebagai stakeholder atau mitra.

Untuk diberikan supervisi dan pendampingan, serta sosialisasi pencegahan korupsi terintegrasi.

Secara terbuka, Adit pun menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung langkah, pencegahan korupsi yang dilakukan oleh KPK melalui MCP.

BACA JUGA  Peranan LSM Seputar Kegiatan Sosial di Pertaruhkan Kepedulian

“Insya allah kami dari DPRD akan berkomitmen mendukung KPK,” kata Adit.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor meminta masukan dari KPK, terkait wacana peralihan subsidi untuk operasional BisKita dan swastanisasi pengelolaan BisKita di Kota Bogor serta keberadaan BUMD.

<

Dari masukan yang diberikan oleh KPK, Rusli menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor harus, bisa menentukan sikap.

Apakah keberadaan BUMD yang direncanakan menjadi operator BisKita yakni Perumda Trans Pakuan, akan memberikan nilai positif atau tidak bagi perkembangan di Kota Bogor.

BACA JUGA  Diduga Membeli dari Uang Korupsi, KPK Sita 5 Mobil

“Tentu masukan dari KPK, pak Ujang sangat berharga ya, karena beliau menekankan dampak dan fungsi dari keberadaan BUMD di Kota Bogor.

Jika BUMD dinilai tidak menguntungkan dan menjadi potensi terjadinya korupsi, maka perlu  di kaji lebih dalam terkait asas manfaat secara konteksual dan komprehensif,” kata Rusli.

Dari masukan tersebut, Rusli menegaskan bahwa DPRD Kota Bogor akan melakukan pembahasan lebih dalam terkait peralihan subsidi BisKita dan posisi Perumda Trans Pakuan kedepannya.

BACA JUGA  Rumah Anggota DPR Ludes Terbakar di Surabaya

Latest articles

Hunian Mewah Lapas Cibinong, Ombudsman Bongkar Skenario

BOGOR, LIST BERITA | Sorotan tajam kini mengarah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA...

Macron Tekankan Ambil Langkah Darurat Pasokan Energi

PARIS, List Berita | Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan, Komisi Eropa mengambil langkah darurat...

Esensi Bunga Mawar, Ikon Oaksperience Oak Lawang Hotel: Simbol Transformasi

LAWANG, List Berita | Bunga Mawar menjadi salah satu ikon yang menarik, dalam perjalanan...

DPRD Kota Bogor Soroti Kepedulian Polri, dari RTLH hingga Ojol

BOGOR, LIST BERITA | Kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat menjadi, salah satu perhatian yang...

More like this