Ribuan Warga Magelang Gerebek Getuk di Alun-alun

Published on

Magelang, List Berita | Ribuan warga tumpah ruah di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah.

Dalam gelaran tradisi budaya Gerebek Getuk yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang, Minggu.

Perayaan tahunan ini berlangsung, meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk warga Magelang.

Mulai dari seniman, budayawan, hingga perwakilan dari 17 kelurahan yang turut menampilkan kreativitas melalui gunungan getuk yang menjadi ciri khas acara.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya para seniman dan budayawan.

Berkat dedikasi mereka, Gerebek Getuk 2026 berjalan tertib, lancar, serta mampu menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal dengan sangat baik,” ujarnya.

BACA JUGA  Lapas Rohul Mutasi Warga Binaan ke Lapas Pekanbaru

Dalam gelaran tahun ini, terdapat sejumlah pembaruan dalam prosesi pelaksanaan.

Salah satunya adalah perubahan rute arak-arakan gunungan yang sebelumnya, menggunakan delman dari Kantor PDAM.

Kini diganti dengan berjalan kaki, bersama dari Pendopo menuju pusat Alun-Alun Kota Magelang.

Perubahan tersebut dilakukan seiring, dengan adanya penataan kawasan alun-alun, termasuk hibah bangunan.

<

Di sisi utara alun-alun dari Kementerian Keuangan kepada, Pemerintah Kota Magelang.

Prosesi arak-arakan gunungan getuk menjadi momen yang paling dinanti masyarakat.

Gunungan yang berisi makanan tradisional berbahan dasar singkong ini, melambangkan rasa syukur sekaligus harapan akan keberkahan bagi masyarakat Kota Magelang.

BACA JUGA  BPR MSA Hadir Atasi Perekonomian Warga Yogyakarta

Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pagi hari. Mereka memadati area alun-alun untuk menyaksikan jalannya, kirab budaya hingga berebut gunungan getuk yang diyakini membawa berkah.

Tradisi Gerebek Getuk sendiri merupakan warisan budaya, yang terus dilestarikan sebagai identitas khas Kota Magelang.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebudayaan yang terus dijaga, Pemerintah Kota Magelang berharap peringatan hari jadi ini.

Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat jati diri daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Latest articles

Pengerahan 4000 Militer AS ke Polandia Batal! Ini Jawaban Pentagon

Pentagon, List Berita | Pentagon dilaporkan membatalkan, rencana pengerahan sekitar 4000 militer Amerika Serikat...

Kuba Dapat Dukungan dari Rusia, Walau ada Tekanan dari AS

Kremlin, List Berita | Pemerintah Rusia kembali menegaskan dukungan penuh kepada Kuba di tengah...

Sejarah Kerajaan Mataram di Makam Aulia Syekh Maulana Maghribi

Opini: Perjalanan Religi Sejarah Kerajaan Mataram disusun oleh Saidi Hartono.Yogyakarta, List Berita | Perjalanan...

Udara Pagi Hari di Pantai Parangtritis Dapat Sembuhkan Penyakit Asma

Opini: Kisah pantai parangtritis menjadi fenomena cerita masyarakat disusun oleh Saidi Hartono.List Berita |...

More like this