Raja Inggris Tetap Kunjungi AS di Tengah Ketegangan 

Published on

List Berita | Raja Inggris, Charles III, tetap mengonfirmasi agenda kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada akhir April 2026.

Meski hubungan diplomatik antara London dan Washington, tengah mengalami ketegangan.

Istana Buckingham memastikan bahwa, kunjungan tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.

Termasuk agenda singgah ke wilayah Bermuda sebagai, bagian dari rangkaian perjalanan resmi kerajaan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas hubungan bilateral, di tengah dinamika geopolitik yang semakin memanas, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.

Ketegangan Dipicu Isu Iran dan NATO

Hubungan antara Inggris dan Amerika Serikat belakangan ini memanas, akibat perbedaan sikap terkait konflik dengan Iran.

Presiden Donald Trump disebut mendorong sekutu-sekutunya, untuk melakukan intervensi militer langsung.

BACA JUGA  Presiden Rusia Vladimir Putin, Soroti Ketegangan Dunia Wilayah CIS

Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap aliansi NATO, yang dinilai tidak cukup agresif dalam merespons situasi global.

Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa negaranya, tidak akan mengirimkan personel militer untuk terlibat dalam konflik tersebut.

<

Gesekan Personal Antar Pemimpin

Ketegangan kedua negara tidak hanya terjadi pada tingkat kebijakan, tetapi juga merambah ke hubungan personal antar pemimpin.

Trump dilaporkan melontarkan kritik terbuka, terhadap kepemimpinan Inggris.

Bahkan Trump meremehkan kekuatan militer negara tersebut, dengan menyebut kapal perang Inggris sebagai “mainan”.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Inggris, yang menilai komentar tersebut tidak mencerminkan hubungan strategis jangka panjang antara kedua negara.

Kunjungan Raja Jadi Simbol Diplomasi

Di tengah situasi yang memanas, kunjungan Raja Charles III dipandang, sebagai simbol penting diplomasi dan stabilitas hubungan antara dua negara sekutu lama tersebut.

BACA JUGA  Beijing Kritik Keras Pernyataan Wakil Presiden AS

Pengamat menilai bahwa peran monarki Inggris, meski bersifat seremonial, tetap memiliki kekuatan dalam meredakan ketegangan dan menjaga komunikasi diplomatik tetap terbuka.

Harapan Stabilitas Global

Kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meredakan ketegangan global, khususnya terkait konflik Timur Tengah.

Yang berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas, ekonomi serta keamanan dunia.

Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya, untuk mengedepankan jalur diplomasi dibandingkan keterlibatan militer langsung dalam konflik internasional. (Sumber: Sputnik).

Latest articles

Misteri Kematian Seorang Pencari Bakat Industri Mode Asal Prancis

Paris, List Berita | Kasus kematian seorang pencari bakat industri mode asal Prancis, Daniel...

Periksa Jantung ke Luar Negeri, Kepala BGN Nanik Mengundurkan Diri

Jakarta, List Berita | Alasan kesehatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang,...

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Edukasi dan Pemetaan Potensi Desa di Nagari Bomas

Solok Selatan – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Negeri Padang ( KKN UNP...

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Erupsi Tiga Kali

Sleman, List Berita Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, kembali mengalami peningkatan pada Senin, 13 Juli...

More like this