Kiev, List Berita | Kejaksaan Agung Ukraina mengungkap dugaan kasus korupsi besar, yang menyeret mantan pejabat pabrik industri pertahanan milik negara, Burevestnik.
Mantan pelaksana tugas direktur perusahaan tersebut, Aleksandr Plotnikov, diduga terlibat dalam penjualan aset strategis negara secara ilegal serta menyembunyikan kekayaan bernilai fantastis.
Penyelidikan mengungkap bahwa Plotnikov bersama tiga orang bawahannya diduga menjalankan skema penghancuran aset perusahaan ketika pabrik berada dalam proses menuju privatisasi.
Menurut aparat penegak hukum, berbagai mesin produksi yang masih memiliki nilai ekonomi dibongkar dari fasilitas pabrik sebelum dipotong-potong menjadi besi tua.
Terungkap Mantan Pejabat Pertahanan Negara Ukraina Tersandung Korupsi
Peralatan tersebut kemudian dimuat ke dalam sejumlah truk dan dijual sebagai barang rongsokan.
Tindakan itu diduga menyebabkan kerugian negara hingga jutaan dolar Amerika Serikat. Dilaporkan oleh Russia Today, (23/7/2026).
Pihak kejaksaan menilai praktik tersebut dilakukan secara sistematis dan telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu tanpa pengawasan yang memadai.
Selain dugaan penyalahgunaan aset negara, penyidik juga menemukan indikasi kepemilikan harta yang tidak dilaporkan oleh Plotnikov selama beberapa tahun terakhir.
Sejak meningkatnya konflik di Ukraina pada 2022, ia diduga menguasai sedikitnya enam kendaraan mewah dengan nilai gabungan melebihi 400 ribu dolar Amerika Serikat.
Beberapa kendaraan yang disebut dalam dokumen penyidikan antara lain Lamborghini Murcielago, BMW M8, Mercedes-Benz CLS-Class, serta Audi RS7.
Meski kendaraan tersebut terdaftar atas nama anggota keluarga maupun rekan dekatnya, penyidik menduga seluruh mobil tersebut sebenarnya dimiliki dan digunakan oleh Plotnikov.
Kejaksaan juga menyoroti laporan kekayaan yang disampaikan Plotnikov untuk periode 2024 hingga 2025 karena diduga tidak mencantumkan aset maupun pendapatan senilai hampir 25 juta hryvnia atau sekitar 550 ribu dolar Amerika Serikat.
Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya upaya menyembunyikan kekayaan yang diperoleh secara tidak sah selama menjabat di perusahaan pertahanan milik negara tersebut.
Kasus ini bukan pertama kalinya nama Plotnikov dikaitkan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Sebelumnya, ia bersama kepala insinyur pabrik juga pernah dituduh menerima suap terkait penggunaan gudang perusahaan.
Dalam perkara tersebut, keduanya diduga memberikan izin pemanfaatan ruang gudang kepada pihak tertentu tanpa perjanjian sewa resmi sehingga menimbulkan kerugian perusahaan sekitar 5,7 juta hryvnia.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri aliran dana, kepemilikan aset, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan penyalahgunaan aset industri pertahanan tersebut.
Apabila seluruh tuduhan terbukti di pengadilan, para tersangka berpotensi menghadapi hukuman pidana berat sesuai ketentuan hukum Ukraina.


