Jelang Idulfitri, Jabodetabek Mulai Sepi Ditinggal Pemudik

Published on

Menjelang IdulFitri Kota Jakarta  Penulis: Saidi Hartono

Jakarta, List Berita | Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana di wilayah Jabodetabek mulai terasa berbeda.

Aktivitas harian yang biasanya padat perlahan berkurang, seiring banyaknya warga yang mulai melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Wilayah Jabodetabek yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, didominasi oleh masyarakat pendatang dari berbagai daerah.

Mulai dari Sumatera, Aceh, Kalimantan, hingga wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lombok, Bima, dan Bali.

Tradisi mudik yang telah berlangsung turun-temurun membuat jutaan warga memilih meninggalkan kota untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di daerah asal.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan kondisi lalu lintas yang mulai lengang.

Jalan-jalan utama di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Bogor tidak lagi dipadati kendaraan seperti hari-hari biasa.

BACA JUGA  9 WNI Dibebaskan, Menlu Sugiono Sampaikan Apresiasi dengan Turki

Fenomena ini menjadi pemandangan rutin setiap tahun, di mana hiruk-pikuk kota metropolitan berubah menjadi lebih tenang.

Banyak perantau yang selama ini mengadu nasib di Jabodetabek-baik sebagai aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, buruh, maupun pedagang kecil-memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang kampung.

<

Selain sebagai ajang silaturahmi, mudik juga menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi dan hubungan kekeluargaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan berkurangnya aktivitas penduduk, suasana kota pun terasa lebih lapang, memberikan nuansa berbeda dari keseharian di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia tersebut.

 

Latest articles

Penadna “Pena Daya dan Data Nusantara”

Jawa Timur, List Berita | Ahli sejarah sekaligus tokoh budaya Guntur Bisowarno pencetus, kalimat...

Kembang Setaman Nusantara: Merajut Memori, Kesaksian Sejarah dan Peradaban

List Berita | Dari Kembang Kanthil, Kenanga hingga Melati. Sebuah Tafsir Simbolik tentang Pena...

ROS: Roso Orep Sejati “Jurnalis Kairos” Parangtritis Yogyakarta

Saresehan ROS “Roso Orep Sejati”: KAIROS, Parangtritis, Batu Karang, dan Jalan “Terima Diri Nitis” Narasumber:...

Guntur Bisowarno Tokoh Budayawan dan Ahli Sejarah Peradaban Nusantara

List Berita | Seorang budayawan maupun ahli sejarah Guntur Bisowarno, dan juga penggerak Bamboo...

More like this